Nyeri dada saat menarik napas, apakah corona atau psikosomatis ?

SU Info Penanya: SU, Wanita, 33 Tahun
Dok, sy merasa klu menarik napas sperti agak nyeri tulang dada tp terasa lebih nyeri di bagian belakang tenggorokan (apalgi klu dlm posisi tidur), klu lelah setelah beraktivitas juga terasa nyeri di tulang dada sampai kadang napas jadi berat, apakah itu Corona dok atau gangguan psikosomatis??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, EK.

Nyeri dada merupakan keluhan yang umumnya disebabkan oleh gangguan pada organ dalam serta struktur penyusun rongga dada. Organ-organ tersebut berupa jantung, paru-paru dan dapat pula berupa organ pencernaan yang letaknya berdekatan dengan rongga dada seperti lambung. Selain organ dalam, nyeri dada dapat pula terjadi karena gangguan pada struktur penyusun rongga dada seperti tulang dan otot dada.

Berdasarkan letak organ dalam penyusun rongga dada nya, nyeri dada dibedakan sesuai letak organ didalamnya menjadi nyeri dada kanan dan kiri.

Terdapat beberapa penyebab dari nyeri dada kiri seperti :

  • gangguan pada organ jantung
  • gangguan pada organ paru-paru
  • gangguan pada organ pencernaan

Sedangkan beberapa penyebab dari nyeri dada kanan diantanya adalah :

  • gangguan otot
  • gangguan pada organ pencernaan
  • gangguan tulang rawan dada
  • gangguan organ lainnya yang berdekatan seperti pankreas
  • stres atau kecemasan

Mengenai sakit dada pada Anda yang dapat terjadi saat menarik napas, setelah beraktivitas dan disertai nyeri tenggorokan, masih belum dapat diperkirakan penyebabnya tanpa melalui pemeriksaan lebih lanjut karena gejalanya pun tidak spesifik. Adapun gejala dari infeksi virus corona khususnya COVID-19 yang khas menurut laporan statistika hingga saat ini adalah demam, batuk kering dan sensasi kelelahan. 

Maka dari itu, untuk memastikan penyebab dari nyeri dada Anda, ada baiknya Anda memeriksaan diri. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksan rontgen dada untuk mengidentifikasi kelainan pada organ dalam atau struktur rongga dada Anda. 

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kelainan apapun maka kemungkinan penyebab yang terakhir adalah keadaan psikis tertentu atau yang dikenal dengan istilah gangguan psikosomatis seperti yang Anda tanyakan. Untuk kemungkinan tersebut dokter akan menyarankan Anda berkonsultasi kepada Psikolog atau Psikiater.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan aplikasi SehatQ.  Salam sehat,  dr. Rahmita Dewi

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Sempat didiagnosis stroke, Fabyan Devara akhirnya meninggal akibat Covid-19 (sumber foto: facebook Farma Dinata)

Fabyan Devara Meninggal Dunia, Awalnya Diduga Stroke Ternyata Covid-19

Fabyan Devara seorang anak muda berusia 16 tahun meninggal dunia akibat Covid-19 setelah sebelumnya didiagnosis terkena stroke. Meski langka, virus corona rupanya memang bisa menyebabkan stroke pada orang berusia muda dan membuat tingkat kematian akibat Covid-19 makin meningkat.