Urin berbau tidak sedap kenapa?

R Info Penanya: R, Wanita, 23 Tahun
Dok, kalau urine (pipis) yg baunya tidak wajar seperti bau anyier gtu (sangat menyengat) padahal tidak hbs makan/minum sesuatu yg membuat urien berbau menyengat itu knapa ya dok? Sudah beberapa bulan kebelakang ini kok kalau pipis baunya terasa tidak wajar layaknya bau urine biasanya
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, R.

 

Urin normal pada umumnya berwarna kuning dan berbau khas yang disebabkan karena adanya zat amonia. Namun jika urin lebih menyengat dari biasanya mungkin ada penyebab lain.

Berikut ini merupakan penyebab urin yang berbau menyengat antara lain:

  • Konsumsi makanan atau obat tertentu misalnya vitamin B dan kopi.
  • Kehamilan.
  • Kondisi medis tertentu misalnya pada penyakit Diabetes, dehidrasi, Infeksi saluran kemih, penyakit hati dan fenilketonuria akibat tubuh tidak dapat memecah asam amino felilalanin.

Terkait dengan kondisi Anda sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis urologi sebab kemungkinan Anda mengalami kondisi seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya tes laboratorium urin dan darah.

Sementara untuk membantu mengatasi dirumah Anda bisa melakukan hal ini:

  1. Minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter/hari.
  2. Jangan menahan kencing dan jika kencing jangan terburu-buru mengejan untuk mengeluarkan urin agar tidak ada sisa dikandung kencingnya.
  3. Olahraga rutin.
  4. Hindari minum banyak kopi dan alkohol.
  5. Selalu membersihkan organ vital Anda setelah kencing dengan air mengalir dan pastikan organ vital kering.
  6. Ganti celana dalam berkala jangan sampai lembab.

 

Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

 

dr.Sri Wulantini

 

 

 

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Komplikasi diabetes dapat menimbulkan penyakit ginjal

Inilah Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes adalah kondisi yang dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memproses gula darah. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai penyakit lain, misalnya penyakit ginjal.