Mitos tentang stress saat melahirkan

RK Info Penanya: RK, Pria, 2019 Tahun
Maaf saya pak fu cin yin mau bertanya masalah benar apa mitos..?? Yg 1.Apakah wanita yg baru sudah melahirkan , apabila jempol kakinya kiri atau pun kanannya terinjak sama kaki kita diantara salah satu jempol kaki tersebut , bisa membuat membuat ibu/wanita ini terjadi apakah setres, apa meruyan untuk wanita yg baru melahirkan ini..atau penyakit lainnya..???? Dan yg ke 2..apabila wanita ini terkena hujan istilah kata belum sampai lh 40 hari ia melahirkan..terus bisa terkena setres atau penyakit lainya..?? Terima kasih dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Malam, R.

 

Saya jawab satu persatu ya.

Untuk pertanyaan pertama anda adalah MITOS ya, karena tidak ada hubungannya antara jempol kaki yang terinjak dengan stres

 

Pertanyaan kedua juga MITOS ya. Karena stress tidak dipicu oleh kehujanan.

 

Berdasarkan pertanyaan anda, stress setelah melahirkan dapat menyebabkan :

- Baby blues adalah kekhawatiran seorang ibu yang baru melahirkan tentang bagaimana ia merawat bayinya, serta stres yang dipicu oleh kaget  akan perubahan setelah melahirkan, perubahannya itu adalah pola tidur, pola makan dan kegiatan sehari-hari

- Depresi paska melahirkan. Jika baby blues tidak mereda selama 2 minggu maka yang akan terjadi adalah depresi paska melahirkan, gejalanya adalah ibu sedih, murung, tidak mau mengurus anaknya, dan pada kondisi serius bisa menyebabkan halusinasi

 

Untuk mencegah itu semua terjadi

- Komunikasikan perasaan anda dengan suami dan keluarga

- Mengasuh anak bergantian agar anda bisa istirahat

- Makan makanan yang anda sukai

- Tidak mendengarkan mitos yang tidak sesuai dengan bukti ilmiah

- Istirahat cukup

 

Semoga membantu ya

Salam sehat

dr. Karlina

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

RIsiko kehamilan saat Anda berusia di atas 35 tahun ke atas memang lebih besar, tapi tak perlu ditakutkan.

Meghan Markle Melahirkan, Hamil di Atas Usia 35 Tahun Bisa Tetap Sehat

Jika seorang wanita hamil saat berusia di atas 35 tahun, maka kondisi tersebut bisa disebut sebagai kehamilan risiko tinggi. Meski begitu, kehamilan tetap bisa dijalani dengan sehat asalkan ibu menjalani pola hidup sehat.