Mengetahui manfaat, efek samping dari jus wortel

HS Info Penanya: HS, Pria, 26 Tahun
Halo Dok, Apakah minum jus wortel setiap hari ada manfaatnya? Jika ya, apakah lebih baik kalau jus wortelnya disaring untuk mendapatkan manfaat yang lebih? Kemudian, apakah meminum jus wortel ada bahayanya? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Salam sehat Bapak HS,

Wortel adalah tanaman sayuran akar yang sangat terkenal dan mudah ditemukan di seluruh dunia, wortel memiliki warna yang berbeda seperti oranye, ungu, putih, kuning, dan merah. Warna orange adalah warna wortel yang paling umum ditemukan dan paling banyak dikonsumsi. Sebagian besar manfaat wortel dapat dikaitkan dengan kandungan beta-karoten dan seratnya. Juga merupakan sumber antioksidan yang baik, dan kaya vitamin A, C, K, dan B8, serta asam pantotenat, folat, kalium, besi, tembaga, dan mangan.

Manfaat yang didapat dari jus wortel yang tercatat selama ini adalah :

 

  • Meningkatkan metabolisme, jus wortel meningkatkan sekresi empedu, yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Jus wortel mengenyangkan dan rendah kalori sehingga membantu mempertahankan berat badan
  • Melindungi mata dan penglihatan, jus wortel adalah sumber beta karoten yang baik, sejenis vitamin A, yang merupakan salah satu antioksidan paling kuat. Vitamin A membantu melindungi permukaan mata dan berkontribusi pada penglihatan yang kuat. Minum jus wortel dapat menangkal berbagai gangguan mata, seperti degenerasi makula, katarak, dan kebutaan. Wortel juga mengandung lutein, yang merupakan antioksidan yang melindungi mata dari kerusakan cahaya
  • Mempercantik kulit, wortel mengandung vitamin C, yang memiliki sifat penyembuhan. Ini membantu kulit pulih lebih cepat dari luka luar dan trauma. Beta-karoten dalam wortel juga mengurangi peradangan kulit, yang mempercepat proses penyembuhan.

 

    • Meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh, wortel mengandung antioksidan, yang membantu tubuh melawan radikal bebas, kerusakan sel, dan peradangan. Vitamin C dalam jus wortel juga memberikan dorongan pada sistem kekebalan tubuh.

 

  • Mengurangi risiko kanker, karena antioksidan membantu menghentikan kerusakan sel, jus wortel dapat menawarkan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker.
  • Menurunkan kolesterol, sebagai sumber potasium yang sangat baik, jus wortel dapat membantu mempertahankan kadar kolesterol yang sehat. Kadar kolesterol yang lebih rendah mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Kehamilan yang lebih sehat, Vitamin C dan vitamin A dalam jus wortel juga bertindak sebagai antioksidan kuat dalam kehamilan. Vitamin ini melindungi ibu dan janin dari radikal bebas, dan memberi dorongan sistem kekebalan yang menurunkan risiko infeksi.
  • Memperkuat fungsi otak, Beta-karoten dalam jus wortel juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko masalah ingatan dan demensia terkait usia

 

Kemungkinan efek samping dari Jus Wortel adalah :

 

  • Sembelit, karena kandungan serat yang banyak pada wortel dapat menyerap air dalam usus dan menyebabkan sembelit bila terlalu banyak di konsumsi

 

  1. Kulit berwarna orange atau kuning, karena kandungan beta karoten pada wortel bila terlalu banyak wortel yang dimakan dalam sehari

Untuk mendapatkan jus wortel yang baik tanpa merusak kandungan nutrisi dalam wortel maka Bapak dapat mengolah wortel menjadi jus dengan memakai alat slow juicer yang banyak dijual dipasaran, sehingga jus yang terbentuk sudah terpisah dari ampasnya dengan baik. Mungkin alat yang bagus memiliki harga yang lebih mahal, pelajari saja dan bandingkan sesuai kebutuhan Bapak.

Untuk menambah rasa jus wortel dapat ditambah dengan apel untuk tambahan cairan, kandungan vitamin C dan kalori.

 

Salam sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyakit eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis adalah penyebab kulit bersisik

Ketahui Macam-Macam Jenis Kulit Bersisik dan Penyebabnya

Kulit bersisik adalah keadaan yang disebabkan oleh berbagai penyakit kulit dan memiliki beragam jenis-jenis yang berbeda. Kulit bersisik ini umumnya mengandung sel-sel kuit mati yang tidak mampu melewati proses regenerasi kulit dengan baik, seperti eksim (dermatitis atopik, dan psoriaris.