Mengatasi Anak yang Takut Makan Nasi

DY Info Penanya: DY, Wanita, 31 Tahun
Selamat siang Dok, Saya memiliki anak yang tidak suka dan takut makan nasi. Dia lelaki usia 6 tahun 8 bulan, saat ini sudah duduk di kelas 1 SD dengan Berat Badan 25 kilogram, namun memiliki ketakutan dengan nasi walaupun sebutir dengan alasan jijik dan tampak seperti ulet. Masalahnya adalah dia menjadi pemilih, kalaupun bisa makan bubur (harus tidak terlihat berbentuk nasi) tapi tanpa dikunyah, langsung ditelan.Lebih suka makanan yang kering atau mie dan ramen dengan minum susu serta vitamin. Apalagi yang harus saya lakukan agar anak saya tetap seimbang asupan gizinya?Anak saya juga memiliki riwayat alergi dan asma (keturunan dari nenek). Apa saya perlu untuk berkonsultasi dengan hypno terapi khusus penanganan phobia/ketakutan?Mohon saran yang sangat saya tunggu Dok. Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi Ibu DY,

Untuk anak Ibu yang berumur hampir 7 tahun, cara mengukur Berat Badan Normalnya dengan memakai Rumus : (Usia (Tahun) x 7 – 5) : 2 jadi sekitar 22Kg, sehingga berat badan anak Ibu sekarang masih dalam batas normal.

Sebenarnya sebagai makanan pokok, nasi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan Karbohidrat. Namun nasi dapat digantikan dengan kentang, jagung, roti, mie dan pasta. Jadi tidak mutlak karbohidrat hanya diperoleh dari nasi saja. Hanya karena nasi dianggap sebagai makanan pokok orang Indonesia, maka timbul anggapan bahwa kita rasanya belum makan bila belum makan nasi.

Untuk memenuhi kuota Karbohidrat dalam makanan si Kecil, maka Ibu dapat bereksperimen dengan sumber karbohidrat lainnya selain beras, seperti mie dan pasta. Ditambah banyaknya pilihan makanan saat ini yang dapat dijadikan alternatif pengganti nasi. Namun selalu diperhatikan komposisi gizinya untuk anak apalagi yang memiliki riwayat alergi. Sebaiknya Ibu mencoba membuat sendiri beberapa resep mie dan pasta yang menjadi favorit si Kecil dirumah.

Bila secara umum pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terganggu, sebaiknya Ibu tidak perlu terlalu khawatir. Ketakutan dan perasaan jijik terhadap beras atau nasi mungkin terbentuk akibat suatu pengalaman anak yang meninggalkan bekas mendalam dalam hatinya. Ketakutan ini bisa secara perlahan Ibu gali dengan mengajak Anak mengunjungi Psikolog Anak atau Dokter Psikiater khusus Anak dan Remaja, hanya bila diperlukan saja contohnya bila sangat mengganggu konsentrasi anak dan menimbulkan efek negatif dalam hubungan sosial anak.

Semoga informasi ini dapat membantu Ibu.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab tangan gatal dan kaki gatal bisa merupakan gejala penyakit tertentu

Waspadai Jika Tangan dan Kaki Anda Sering Gatal!

Penyebab tangan dan kaki gatal dapat diakibatkan oleh penyakit-penyakit kulit, seperti alergi, psoriasis, eksim, kudis, hingga gejala diabetes.