Mengapa seseorang bisa berlaku kasar dan temperamental?

MO Info Penanya: MO, Wanita, 20 Tahun
Selamat sore dok,saya boleh bertanya lagi gak hehe..mengapa seseorang bisa berperilaku kasar dan temperamental? Bagaimana cara mengubah perilaku tersebut? Apa yang harus kita kita lakukan untuk menghadapi seseorang yang kasar dan temperamental.Apakah seseorang bertemperamen tinggi bisa memicu gangguan jiwa?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, MO

Terima kasih atas pertanyaannya.

Seseorang yang temperamental biasanya sering mengalami mood yang buruk Namun pada orang tertentu episode mood buruk diikuti oleh episode mood buruk lainnya. Dan berlangsung secara terus menerus tanpa ada kesempatan untuk mentoleransi dan merasa empati sehingga tidak diatasi dengan baik. Sifat seperti ini bisa mempengaruhi mood orang disekitarnya, namun kita tidak bisa menghindari orang itu tiap saat,

Bila Anda terpaksa berada dekat dengan orang yang mudah marah, jangan mengikuti tingkah lakunya dan terlibat dengannya saat sedang marah. Usahakan untuk mengalihkan perhatiannya atau memberi respon yang tenang. Jangan sampai Anda terpancing dan ikut marah. Kalau Anda tidak ikut permainannya maka tidak ada yang bisa menang atau kalah. Lawan dengan mood baik dan sifat yang ramah. Sampai dengan orang tersebut merasa tidak ada gunanya berusaha menularkan mood buruknya pada Anda.

Cara mengatasinya dengan tetap bersabar dan berusaha tidak terpancing. Anjurkan dia untuk bicara dengan orang terdekat tentang masalahnya. Bila orang tersebut Anda, maka Anda harus tetap tenang. Bila diperlukan Anda bisa konsultasi dengan tenaga ahli seperti psikolog atau terapis. Sebagai tambahan informasi bisa membaca artikel mengenai Oppositional Defiant Disorder.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu perbedaan psikolog dan psikiater adalah dalam cara menangani pasien

Sudah Tahu Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Gangguan psikologis perlu untuk segera ditangani karena berdampak pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi psikolog atau psikiater. Namun, perbedaan psikolog dan psikiater tidak hanya sekedar dari wewenang pemberian resep obat saja.