Mengapa saat muntah selalu keluar darah?

SK Info Penanya: SK, Wanita, 20 Tahun
Riwayat magh, mengapa saat muntah selalu keluar darah di akhir
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SKS,

Penyakit maag/ lambung adalah penyakit dimana asam lambung yang normalnya berfungsi menghancurkan makanan malah menyebabkan iritasi atau menghancurkan lapisan lambung. Banyak hal yang menyebabkan munculnya keluhan penyakit lambung seperti kebiasaan makan secara tidak teratur, makan makanan yang sangat pedas, asam akan meningkatkan produksi asam lambung, keadaan stres juga meningkatkan produksi asam lambung.

Pada tahap awal gangguan lambung hanya berupa keluhan perut terasa perih, mual, muntah, nyeri ulu hati. Namun bila hal ini berlangsung secara terus menerus maka akan menyebabkan iritasi lambung semakin dalam dan muncul luka di dalam lambung dan menimbulkan gejala muntah yang disertai dengan darah.

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan adalah :
  1. Hindari makanan atau minuman panas agar pembuluh darah di lambung tidak semakin membesar sehingga tidak merangsang pengeluaran darah.
  2. Makan dengan porsi kecil namun sering misal setiap 4 jam.
  3. Makan makanan lunak seperti nasi tim.
  4. Hindari makanan pedas, asam, berlemak.
  5. Hindari konsumsi alkohol, kopi, minuman bersoda.
  6. Kurangi stres.

Namun karena keluhan lambung yang Anda rasakan sudah sampai mengeluarkan darah, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis penyakit dalam.

Salam sehat,

dr. Vina

SK
30 Oct 2019, 12:52
Siang dok, bagaimana ya?? Apakah darah tsb keluar dari lambung saya atau memang dri tenggorakan saya? Memang sih saat muntah agak parah muntahnya, mohon penjelasannya dok, terima kasih.
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Gejala asal lambung naik yang paling umum terjadi adalah heartburn

Kenali 7 Gejala Asam Lambung Naik agar Bisa Diatasi dengan Tepat

Gejala asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa ringan dan parah. Mulai dari heartburn, mulut terasa asam, rasa pahit di belakang mulut, kesulitan menelan, hingga batuk-batuk. Meski tidak bisa disembuhkan, GERD bisa dikendalikan agar tak terus mengganggu penderitanya.