Mengapa nyeri pada vagina setiap berhubungan intim?

LH Info Penanya: LH, Pria, 19 Tahun
Dok saya ingin bertanya.kenapa setiap berhubungan dengan suami .di dalam vagina saya terasa nyeri.nafsu makan kuran.urine saya berbusa.nyeri dan ngilu dari pinggang sampai ke ujung kaki.dan pada saat selesai berhubungan sy langsung menstruasi dan ini 4 hari masih banjir melebihi dari biasanya sy mens.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, Y

Keluhan anda dapat disebabkan oleh :

1. Infeksi saluran kemih dengan gejala 

- Urine keruh

- Sensasi terbakar pada area tempat keluarnya urin saat buang air kecil

- Anyang-anyangan / perasaan ingin buang air kecil terus menerus 

- Tidak puas setelah buang air kecil

- Nyeri pada panggul

- Air seni atau urine berwarna kecoklatan hingga kemerahan

 

2. Vaginismus / kekakuan pada otot vagina yang menyebabkan nyeri pada vagina. Pemicu keluhan ini adalah stress, cemas berlebihan

 

3. Infeksi menular seksual, dimana pada kondisi ini nyeri dapat disertai dengan keputihan berbau, atau adanya benjolan kecil pada vagina yang terasa nyeri

 

4. Servisitis / peradangan pada leher rahim dengan gejala :

- Cairan keluar dari vagina dalam jumlah banyak dapat berwarna putih atau kuning

- Nyeri saat BAK,dan  sering BAK

- Sakit saat berhubungan intim

- Pendarahan antara periode menstruasi atau

- Pendarahan vagina setelah berhubungan seksual (bukan menstruasi)

- Nyeri panggul dan perut

- Demam

 

Untuk memastikannya saya sarankan anda ke dokter spesialis kandungan agar diperiksa langsung dan segera diketahui diagnosis yang tepat sehingga akan mendapatkan pengobatan yang sesuai

 

Selama dirumah saya sarankan

1. Komunikasikan dengan pasangan perihal nyeri pada vagina yang dialami

2. Menghindari membasuh area kewanitaan dengan sabun pencuci vagina

3. Gunakan kondom  saat berhubungan seksual. Kondom sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi seksual, seperti gonorrhea dan klamidia yang dapat menyebabkan servisitis.

4. Jaga kebersihan area kewanitaan dengan menggunakan pakaian dalam dari bahan katun, ganti celana dalam 2-3x sehari, basuh area kewanitaan dari depan ke belakang dengan air mengalir dan keringkan sebelum menggunakan celana dalam, hindari menggunakan celana terlalu ketat

5. Kelola stress

6. Terapkan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi, minum air putih 2L perhari, dan berolahraga rutin minimal 3x seminggu 

 

Waspadai tanda bahaya dibawah ini dan segera ke UGD jika mengalaminya

1. Pendarahan hebat dari vagina hingga menyebabkan lemas dan pucat

2. Demam

3. Keluarnya keputihan berbau, warna kekuningan hingga kemerahan

4. Mual dan muntah

 

Semoga lekas sembuh

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penggunaan kontrasepsi darurat biasanya dipilih jika alat kontrasepsi yang biasanya digunakan tidak efektif mencegah kehamilan

Mengenal Kontrasepsi Darurat untuk Menunda Kehamilan

Kontrasepsi darurat adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan segera setelah melakukan hubungan seksual untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi darurat terbagi menjadi dua jenis, yaitu bentuk pil dan IUD atau spiral.