Mengapa keputihan bisa menjadi coklat ?

N Info Penanya: N
kenapa keputihan bisa menjadi coklat?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, N.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Keputihan merupakan keadaan yang normal dialami oleh wanita pada setiap siklus menstruasinya. Namun, perlu diketahui bahwa pada kondisi medis tertentu keputihan dapat menjadi tidak normal. Ketidaknormalan keputihan dapat di identifikasi melalui beberapa tanda seperti warna, bau dan konsistensinya. Keputihan yang normal terjadi sebelum menstruasi disebut dengan leukorea. Fungsi dari keputihan sendiri adalah melumasi vagina dan menjaga kesehatan area tersebut.

Berikut beberapa ciri keputihan yang normal :

  • Saat ovulasi : berwarna bening, agak cair dan elastis.
  • Setelah ovulasi : berwarna putih, tebal dan lengket
  • Sebelum menstruasi : dapat berwarna putih kekuningan
  • Setelah menstruasi : dapat berwarna kecoklatan karena bercampur dengan sisa-sisa darah menstruasi 

Mengenai pertanyaan Anda, keputihan yang berubah menjadi kecoklatan dapat normal maupun tidak normal bergantung kepada ada atau tidaknya gejala penyerta lain seperti gatal, nyeri, kemerahan pada vagina.

Serta cara mengidentifikasi keputihan yang sempat dibahas seperti ada tidaknya : 

  • Warna hijau, abu-abu, atau kekuningan
  • Tekstur aneh, seperti berbusa, pecah-pecah, terlalu cair
  • Bau busuk atau amis serta sangat banyak

Dapat mengindikasikan terjadinya infeksi pada vagina atau organ reproduksi wanita lainnya. Apabila mengalami gejala-gejala seperti diatas sebaiknya Anda segera berobat ke dokter Spesialis Kandungan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan SehatQ.

Salam sehat,

dr. Rahmita Dewi

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Spermatozoa atau sel sperma dewasa berbentuk seperti berudu

Seperti Apa Ciri-ciri Spermatozoa yang Sehat dan Abnormal?

Spermatozoa punya penting dalam sistem reproduksi manusia. Ketidaknormalan spermatozoa akan berujung pada infertilitas, seperti disfungsi ereksi hingga tumbuhnya payudara.