Mengapa kemaluan wanita bisa terobek

CW Info Penanya: CW
Dokter, mengapa kemaluan wanita tarobek sampel di pantat lobang( dubur), apa hubungan sex yang berlebihan atau apa? Tolong penjelasan dari dokter
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang CW,

Robekan pada area kemaluan wanita ke arah anus disebut dengan robekan perineum atau ruptur perineum. Hal ini bisa disebabkan karena regangan berlebih dari area vagina ke arah anus terutama pada saat proses kelahiran normal akibat faktor ibu, janin yang berukuran besar ataupun karena penolong yang kurang menjaga elastisitas dari perineum tersebut saat proses persalinan.

Penyebab lain yang bsia menyebabkan ruptur perineum sendiri adalah kecelakaan, terjatuh, ataupun perobekan dengan sengaja sebagai tindakan untuk membantu melebarkan jalan lahir pada proses melahirkan. Hubungan seksual sendiri jarang menimbulkan terjadinya robekan pada perineum kecuali dilakukan dengan cara-cara yang tidak wajar ataupun trauma seksual akibat penggunaan alat-alat lain.

Penanganan sendiri tergantung dari berat ringannya robekan yang terjadi dimana bisa dilakukan penjahitan tergantung dari luas dan dalamnya robekan yang terjadi. Karena letaknya di area yang cukup sensitif dan mudah terinfeksi bakteri dari anus maka perlu penanganan khusus seperti pembersihan luka secara berkala ataupun setelah buang air agar luka bisa cepat pulih. Pemberian obat pereda nyeri dan pelancar buang air besar juga diperlukan untuk membantu mengurangi nyeri terutama jika mengejan saat buang air besar. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Setiap ibu pada umumnya menantikan proses melahirkan normal yang lancar dan mudah

Inilah Tanda-tanda Persalinan Macet dan Faktor Penyebabnya

Setiap ibu pastinya menginginkan proses melahirkan normal yang lancar dan mudah. Namun, ada kemungkinan munculnya tanda-tanda melahirkan yang tidak efektif sehingga bayi sulit lahir. Persalinan macet umumnya disebabkan oleh dehidrasi, letak bayi sungsang, kontraksi tidak teratur, dan ukuran bayi yang besar.