mengalami perubahan mood, mengantuk mudah lelah dan halusinasi

SM Info Penanya: SM, Wanita, 19 Tahun
Dok saya ingin bertanya, saya berumur 20th dan saya anak bungsu. Saya lebih dekat dengan ayah dibanding dengan ibu saya. Namun ayah saya meninggal dunia ketika saya kelas 1 smp dan saya merasa sangat kehilangan ditambah ibu yang selalu berpergian untuk bekerja membuat saya merasa kesepian. Selain itu ibu saya suka membanding-bandingkan saya dengan orang lain itu membuat saya kesal. Pernah suatu ketika saya bertengkar dgn ibu karena ibu menuduh saya melakukan hal yg tidak saya lakukan. Saya sudah berkata bahwa saya tidak melakukan hal tersebut namun ibu saya tetap tidak mempercayainya hal itu membuat saya merasa sangat sedih. Saya tumbuh menhadi seorang yg tidak percaya diri dan saya menutup diri dari lingkungan. Ketika SMK kelas 2 ada PKL dan ditempat magang saya pernah dimarahin oleh pegawai disana karena itulah berita tersebut sampai terkenal satu kantor dan itu membuat saya stress. Saya tidak bisa tidur dibawah jam 11. Ketikas SMP saya aktif diberbagai organisasi namun ketika SMK saya tidak berminat untuk mengikuti organisasi apapun yang saya inginkan hanya tidur dan tidak ingin melakukan aktivitas apapun. Selain itu tubuh saya mudah lelah dan saya mudah mengantuk. Pas kelas 3 SMK saya merasa stress dan tertekan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi atau tidak karena mengingat ayah saya sudah meninggal dunia. Tapi akhirnya ibu saya dan kakak2 saya mendukung untuk melanjutkan kuliah. Namun saya merasakan perubahan mood. Kadang merasa ingin marah, ingin menagis, bahkan saking terhanyutnya saya dengan pikiran saya kadang saya tertawa sendiri dan menangis sendiri. Saya menjadi seorang yg sensitif dan mudah tersinggung. Saya merasa kehilangan motivasi untuk hidup. Ketika saya gugup ataupun cemas, keringat dingin disekujur tubuh saya, perut mual dan ingin muntah serta kepala yg sakit dan pusing. Ulu hati saya sering sakit bahkan hampir setiap hari. Saya sudah semester 5, saya kehilangan konsentrasi untuk berpikir dan susah untuk berkonsentrasi, bahkan sulit untuk mengambil keputusan dan hal itu membuat nilai saya dari semester 1 selalu menurun. Saya rasa pendengaran saya menjadi terganggu. Saya merasa halusinasi, saya bisa mendengar dan melihat apa yg tidak oranglain rasakan. saya menyadari ada yg tidak beres dgn diri saya. Menurut dokter penyakit apa yang saya derita? Dan apakah hal ini adalah hal yang serius dan perlu penanganan dari dokter ataupun psikologi? Atau hal ini adalah hal yang wajar? Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SM

Kondisi trauma pada masa lalu dan faktor lingkungan keluarga yang penuh tekanan dapat memicu perubahan mood, rasa kelelahan, mengantuk, tidak memiliki gairah dan harapan. Seluruh kondisi tersebut merupakan pemicu gangguan depresi mayor. Pada tahapan lanjutan depresi yang anda alami di ikuti dengan halusinasi yang tidak wajar menandakan adanya masalah mental psikotik serius yang sedang anda alami.

Saya sarankan agar anda melakukan aktivitas fisik olahraga karena terbukti membatu menghilangkan rasa stress dan depresi. Anda juga sebaiknya membagi curahan hati masalah anda dengan orang terdekat, hindari aktivitas berat yang memicu tekanan stress untuk sementara waktu, berpikir fokus melawan halusinasi. kondisi yang anda alami merupakan hal yang tidak wajar dan anda harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (Sp.KJ/Psikiater). 

Biasanya dokter akan memberikan obat antidepresi, antiansietas dan antipsikotik yang mampu memperbaiki mood, membuat semangat dan menghilangkan halusinasi. Selain itu juga akan dilakukan psikoterapi kognitifi mental untuk menghilangkan keluhan yang anda alami. 

Salam Sehat

dr.Zulham

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tahun ini, hari kesehatan jiwa sedunia mengambil tema pencegahan bunuh diri

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 Fokus pada Pencegahan Bunuh Diri

Angka bunuh diri di dunia, semakin sulit ditekan. Inilah alasan mengapa Hari Kesehatan Jiwa tahun ini berfokus pada langkah pencegahan bunuh diri.