Menangani mencret.

J Info Penanya: J, Pria, 2019 Tahun
Dok kenapa saya berak nya bisa air Ama badan saya hangat terus ama lemas dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Pagi,  J.

 

Diare adalah buang air besar cair lebih dari 3x sehari, keluhan ini biasanya ditambah dengan gejala demam, lemas, dan nyeri perut.

 

Biasanya diare disebabkan oleh 

  • Keracunan makanan. Adanya kontaminasi bakteri pada makanan yaitu dapat berupa E.Coli, Salmonella dsb
  • Alergi makanan
  • Sedang mengalami kecemasan
  • Infeksi usus buntu. Gejala ini biasanya disertai dengan nyeri perut kanan bawah, mual dan muntah.
  • Makanan yang terlalu manis
  • Infeksi virus
  • Disentri. Radang usus yang menyebabkan buang air besar berlendir dan berdarah.

Untuk mengatasinya segera ke dokter ya karena diare berkepanjangan itu dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu rasa lemas, ubun-ubun dan mata tampak cekung, kulit tidak elastis, rasa haus berlebihan / tidak mau minum, dan bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

 

Untuk membantu meringankan kondisi Anda, dapat mengikuti tips ini

- Minum air putih tidak kurang dari 2L perhari

- Istirahat cukup

- Tidak makan makanan pedas, asam dan bersantan

- Hindari kopi dan teh

- Cuci bersih bahan makanan untuk diolah untuk menghindari dari keracunan

- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan.

- Tidak jajan disembarang tempat

-Minum paracetamol utk meredakan demam

 

Jika mengalami

-Lemas

-Pucat

-Berkeringat dingin

-Mengantuk 

Segera ke UGD ya

 

Salam Sehat

dr. Karlina

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab sakit perut saat hamil adalah tanda dari suatu kondisi seperti keguguran, hingga kehamilan ektopik

Bagaimana Cara Membedakan Kondisi Sakit Perut saat Hamil yang Normal dan Berbahaya?

Sakit perut saat hamil adalah kondisi yang umumnya terjadi, sehubungan dengan bertambah besarnya ukuran rahim. Sakit perut saat hamil biasanya disebabkan oleh nyeri akibat peregangan, kembung, dan sembelit. Sakit perut saat hamil juga dapat disebabkan oleh kondisi berbahaya, seperti kehamilan ektopik, terlepasnya plasenta, dan keguguran.