Memiliki tubuh yang ideal menurut standar berat badan dalam dunia kedokteran ialah berdasarkan Body Mass Index (BMI)

D Info Penanya: D, Wanita, 49 Tahun
BMI (Body Mass Index) yang ideal antara berapa-berapa sih dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi Ibu DP,

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) dihitung dengan cara berat badan Anda dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan Anda dalam meter kuadrat (kg/m2).

Misalnya tinggi 160 cm dan berat badan 55 kg maka perhitungannya jadi 55 : (1.6x1.6) = 55 : 2.56 hasilnya ialah 21,5. BMI dan lingkar pinggang adalah dua ukuran yang dapat digunakan sebagai metode skrining atau pemeriksaan dini untuk memperkirakan status berat badan Anda, apakah berisiko terkena penyakit atau tidak.

Obesity classification according to WHO and Asia-Pacific guidelines.

 WHO (BMI)Asia-Pacific (BMI)Underweight<18.5<18.5Normal18.5–24.918.5–22.9Overweight25–29.923–24.9Obese≥30≥25

WHO sebagai organsiasi kesehatan dunia telah meneliti bahwa untuk Asia pacific ada angka khusus dimana struktur badan ras asia dibandingkan dengan kaukasia beda sehingga harus lebih slim. Jika menggunakan target berat badan ideal sama dengan orang barat maka akan banyak muncul penyakit kegemukan pada orang Asia seperti diabetes, kolesterol, darah tinggi, jantung, dan paru-paru. Perhatikan sisi tabel sebelah kanan untuk mengetahui kategori yang ada dan kisaran angkanya. Ada 4 kategori ya Bu sebagai berikut:

  1. Underweight atau berat badan kurang yaitu skor di bawah 18,5
    Memiliki berat badan yang sangat kurus ini bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah, tulang menjadi rapuh, dan mudah merasa lelah. Periksakan ke dokter apakah terdapat penyakit infeksi atau gangguan metabolisme jika sudah makan banyak tapi tetap kurus.
  2. Normal atau kategori ideal jika skor Ibu 18,5 hingga 22,9
    Sudah sehat cukup pertahankan pola makan, olahraga, dan istirahatnya.
  3. Overweight atau berat badan sedikit berlebih jika skor Ibu antara 23 hingga 24,9
    Kelebihan berat badan merupakan peringatan karena selain tidak enak dalam memilih baju, kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit. Lakukan evaluasi dalam pola hidup sehat Anda. Apakah sudah cukup sayur dan buah, sudah cukup olahraga, sudah mengurangi cemilan dan lemak atau santan?
  4. Obesitas atau berat badan sangat berlebih jika skor Ibu 25 dan seterusnya.

Pada obesitas terjadi beban kerja tubuh yang meningkat dan dapat sebabkan sakit. Jantung bekerja lebih keras memompa karena pembuluh darah terhimpit lemak, saluran pernapasan dan paru-paru berusaha menarik napas lebih kuat karena leher menjadi lebih pendek dan sempit akibat dagu berlipat, dan aliran darah lebih lambat karena kadar lemak dan gula darah yang meningkat sehingga suplai nutrisi ke organ tubuh tidak baik. Jika Anda termasuk kategori obesitas ada baiknya segera konsultasikan pada dokter spesialis gizi atau klinik obesitas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan menerapkan aturan makan dan jika perlu obat untuk mencegah makan berlebih.

Salam sehat,

dr. Andry Yoshua

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu manfaat puasa adalah menurunkan berat badan, tetapi mengapa justru berat badan naik saat puasa?

Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebabnya!

Puasa diharapkan menjadi ajang untuk menurunkan berat badan, tetapu berat badan naik saat puasa bisa saja terjadi! Salah satu penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan saat berbuka puasa.