memiliki kepribadian sensitif, sering berhalusinasi, malas beraktivitas bersosialisasi, berlum memiliki tujuan

S Info Penanya: S, Wanita, 12 Tahun
Dokter, saya ingin bertanya.. Saya masih tergolong remaja. Saya masih duduk di bangku smp. Saya anak bungsu dari tiga bersaudara. Saya lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri. Saya tergolong siswa yang sensitif. Entah mengapa saya sering berhalusinasi berlebihan lalu setelah saya sadar saya akan menangis atau tertawa sendiri. Saya memiliki banyak teman. Saya tidak terlalu dekat dengan keluarga saya. Saya dan ibu saya merupakan keluarga baru di keluarga saya sekarang. Setelah ayah kandung saya tiada, lalu kelas 2 sampai 4 saya dibully yang tidak semuanya saya ceritakan pada ibu saya, pada semester 2 kelas 4 saya menutup diri saya dari teman teman saya dan menjadi sangat sensitif kala itu. Saya menyembunyikan segala hal pribadi dari dunia luar dengan baik termasuk dari keluarga terdekat saya. Kadang saya merasa kelah menjalani kehidupan. Saya Memiliki trauma dengan ayunan. Saya tidak bisa terbuka kepada keluarga terdekat saya. Saya merasa tidak berguna setiap harinya,lelah dengan setiap harinya yang selalu merasa tidak dihargai pendapatnya. Karena saya sekarang berada di keluarga baru, saya merasakan perubahan perubahan drastis. Merasa selalu tertinggal, tidak mampu, dan tidak berguna. Saya sering halusinasi dimana pun dan kapanpun. Saya sering bercerita dengan diri saya sendiri (monolog). Memiliki ketidak percayaan terhadap diri sendiri. Selalu merasa sedih berkepanjangan, tidak bisa diandalkan, sakit pada bagian punggung dan sering kram pada kaki. Sering sakit. Malas melakukan aktivitas, malas bersosialisasi karena menurut saya jika saya memiliki banyak teman, bukan kebahagiaan berkepanjangan yang saya dapatkan malah kesengsaraan setiap harinya. Saya belum memiliki tujuan hidup saya. Kira kira saya sakit apa ya dok? Dan bagaimana cara mengatasi penyakit saya ini? Terimakasih dok.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selama sore S

Kondisi menarik diri disertai tidak ada tujuan hidup, malas, hilangnya kepercayaan diri dan gangguan dalam mood merupakan tanda gangguan depresi. Kondisi depresi sendiri dapat tercetus akibat riwayat trauma sebelumnya baik tindakan kekerasan, pelecehan, masalah dalam keluarga, selain itu kemiskinan, faktor riwayat keluarga dengan gangguan mental jiwa, dan lingkungan hidup yang keras dapat memicu kondisi ini. Jika gangguan depresi disertai halusinasi maka hal ini dapat menjadi tanda gangguan mental psikotik bahkan skizofrenia. 

Untuk tatalaksananya sebaiknya kamu melakukan aktivitas fisik olahraga karena terbukti memperbaiki mood, hindari tekanan stress atau pekerjaan yang berat, berpikir positif, mencurahkan perasaan dan isi hati dengan orang terdekat. Selain itu kamu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (Sp.KJ)/Psikiater. Biasanya dokter akan memberikan terapi kognitif mental psikoterapi dan pemberian obat obatan. Obat-obatan antidepresi, antiansieta biasanya akan membuat mood membaik dan lebih bersemangat, selain itu dokter juga dapat memberikan obat golongan antipsikotik yang membantu menekan gangguan halusinasi. 

Salam sehat 

dr.Zulham

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Remaja berisiko tinggi melakukan bunuh diri.

Inilah 7 Cara Cegah Keinginan Bunuh Diri Orang Terdekat Anda!

Jika menemukan tanda dan gejala keinginan bunuh diri pada orang-orang terdekat, jangan sampai diabaikan. Orang yang memiliki keinginan bunuh diri biasanya tidak langsung mengungkapkan bahwa ia membutuhkan bantuan.