Melahirkan caesar apa bisa pakai KIS?

NN Info Penanya: NN, Pria, 31 Tahun
Mf dokter mau tanya istri saya hamil terus besok lahiran katanya harus operasi apakah bisa pake KIS dari pemerintah, karena mau daftar BPJS mandiri katanya harus cabut KIS dan proses nya lama belum tentu bisa jadi sampai lahiran nanti, mohon informasinya terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi NN,

KIS adalah jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. KIS ini fungsinya sama persis dengan BPJS, cuma ada sedikit perbedaan yakni pada peserta pemegang KIS, fasilitas kesehatan yang diberitakan untuk rawat inap terbatas pada perawatan kelas 3, dan tidak bisa naik kelas kecuali dengan alasan kamar penuh. Sedangkan untuk BPJS yang dibayar secara mandiri, maka Anda bisa memilih mau menggunakan kelas berapa sesuai dengan iuran Anda, apakah di kelas 1, 2, atau 3 dan tentunya Anda bisa naik kelas bila dirasa fasilitas rawat inapnya kurang memadai.

Perihal bisakah melahirkan secara caesar menggunakan KIS, maka bisa saja istri Anda melahirkan secara caesar menggunakan KIS selama sesuai dengan indikasi medis. Dalam artian tidak bisa operasi caesar atas permintaan sendiri. Misal ada indikasi medis seperti panggul sempit, ukuran janin berlebihan, plasenta previa, tekanan darah tinggi, dll maka bisa melahirkan secara caesar baik menggunakan KIS maupun BPJS mandiri.

Pastikan Anda rutin kontrol ke puskesmas dan nantinya puskesmas akan memberikan rujukan ke dokter kandungan di Rumah Sakit bila istri Anda memang tidak memungkinkan melahirkan secara normal per vaginam.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Proses melahirkan sendiri di rumah harus tetap didampingi tenaga medis seperti bidan atau dokter

Nyaman dan Tenang dengan Melahirkan di Rumah, Ini Caranya

Entah direncanakan atau tidak, melahirkan sendiri atau melahirkan di rumah harus jadi salah satu skenario cadangan. Meski dilakukan sendiri di rumah, proses melahirkan harus tetap didampingi tenaga medis seperti bidan atau dokter.