Masuk Angin dan Keringat Dingin yang Berlebih

P Info Penanya: P, Wanita, 37 Tahun
Halo Dokter, Dua hari lalu Ibu saya masuk angin dan keluar keringat dingin berlebih dengan efek lemas dan pusing. Bagaimana cara penanganannya dok?Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu P,

Untuk gejala seperti yang Ibu ungkapkan yaitu perut kembung (masuk angin), keringat dingin berlebihan, lemas dan pusing adalah sangat mungkin disebabkan karena Hipoglikemia. Hipoglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa (gula) dalam darah menurun secara tidak normal.

Keadaaan ini menyebabkan gejala seperti dada berdebar-debar, lemas, keringat dingin, gemetar, pusing sampai pingsan. Hal ini karena glukosa sebagai salah satu bentuk energi yang mengerakkan motor tubuh sehingga bila glukosa dalam darah menurun tiba-tiba maka tubuh menjadi tidak bisa berfungsi secara normal.

Anak – anak dan orang tua sangat rentan dengan kondisi ini, dan penyebabnya yang paling sering terjadi adalah melewatkan waktu makan, terutama sarapan pagi atau karena berpuasa. Penanganan praktis adalah segera baringkan penderita dalam posisi yang nyaman, dan berikan segelas minuman manis seperti sirup atau teh manis yang hangat. Setelah 15 menit penderita akan mulai merasa lebih tenang, maka berikan makanan secukupnya. Harus diingat bahwa bila perut telah kembung maka keinginan untuk makan akan menurun, oleh sebab itu berikan makanan dalam porsi kecil namun sering dengan frekuensi 5 sampai 6 kali sehari.

Bila keluhan berlanjut, segera kunjungi Rumah Sakit terdekat untuk berkonsultasi lebih lanjut.

 

Salam Sehat

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Diaphoresis atau keringat dingin merupakan gejala dari gangguan kesehatan di tubuh

Berbagai Penyebab Keringat Dingin, Waspadai yang Berbahaya

Diaphoresis atau keringat dingin adalah keluarnya keringat yang terjadi secara mendadak meskipun tidak sedang melakukan aktivitas. Keringat dingin merupakan gejala dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh gangguan kecemasan, rasa sakit dan syok, kekurangan oksigen atau hipoksia, diabetes, hipertiroid, serangan jantung, kanker, reaksi alergi, dan penggunaan obat-obatan.