Apakah masturbasi dapat bisa menyebabkan kehamilan ?

RH Info Penanya: RH, Pria
Dok saya mau tanya temen saya temen saya mainkan vagina nya (masturbasi) tapi masih perawan dok terus keluar darah cman sedikit keluar darah nya dan sekarang perut nya sakit dok,apakah itu bisa mengakibatkan hamil gak sok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi RH,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Kehamilan bisa terjadi pada prinsipnya jika adanya pembuahan antara sel telur dengan sperma di dalam rahim. Sel telur akan keluar pada setiap bulannya satu kali. Sel telur akan keluar pada masa subur. Masa subur terjadi rata-rata pada hari ke 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sehingga jika pada masa subur, sel telur keluar, dan ada sperma yang masuk, maka peluang kehamilan bisa lebih besar.

Berdasarkan keterangan yang Anda berikan, masturbasi merupakan suatu keadaan yang dilakukan untuk memberi rangsangan kepada diri sendiri kebagian tubuh yang sensitif. Masturbasi bisa dilakukan siapa saja, tidak terkecuali pria dan wanita. Dan bila masturbasi yang di lakukan sendiri makan tidak akan menyebabkan kehamilan. Karena tidak ada sperma yang membuahi sel telur. Namun sebaiknya masturbasi tidak dilakukan terlalu sering, karena bisa menimbulkan dampak negatif yang bisa terjadi.

Beberapa cara agar tidak melakukan masturbas terlalu sering :

  • Melakukan kegiatan yang menyibukan, seperti berolahraga, membaca, dan lain lain.
  • Hindari menyendiri di rumah
  • Melakukan hal-hal dan pikiran yang positif

Jika kebiasaan masturbasi dirasakan sangat menganggu aktifitas sehari-hari, sebaiknya periksakan ke psikiater untuk dilakukan penananganan lebih lanjut.

Semoga informasi yang di berikan bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) bisa diantisipasi melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin

Apa Saja Kondisi Ibu Hamil yang Jadi Penyebab Janin Tidak Berkembang?

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau yang dikenal dengan Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) disebabkan oleh janin yang tidak mengalami pertumbuhan sesuai usia kandungan ibu dan mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah.