05 Jul 2020, 00:48Kulit & Kelamin

Anus seperti robek, apakah karena anal seks?

Y
Info Penanya: Y0
Saya merasa ada kejanggalan di daerah maaf sblm nya dokter, saya puya sdkit kejanggalan dianus saya, saat saya BAB saya mencucinya dan terasa ada sedikit robekan. Robekan itu apa mungkin karena disebabkan oleh suami saya yg ingin lebih sempit dan mencoba daerah anal, atau apa karna ada penuh penyakit lain. Sebab saya seorang bidan takutnya saya terdeteksi penyakit infeksi menular penyakit yg berbahaya JD intinya apakah saya bisa terkena penularan itu atau murni karena trauma suami
9584 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Sylvia V
(0)
Selamat siang, YS.Anal seks adalah hubungan seksual dengan cara memasukkan penis ke dalam anus. Anal seks biasanya dilakukan oleh pasangan suami-istri yang menginginkan eksplorasi seksual, maupun pasangan homoseksual yang ingin melakukan hubungan intim.Tetapi, perlu diketahui, bahwa anal seks termasuk hubungan seksual berisiko tinggi. Pasalnya, jaringan anus tidak elastis seperti vagina. Selain itu, anus juga tidak dapat mengeluarkan pelumas alami seperti vagina. Oleh karena itu, ketika penis dimasukkan ke anus, seorang wanita dapat merasakan nyeri yang disebabkan oleh robekan atau perlukaan pada anus.Lalu, robekan atau perlukaan tersebut dapat memicu infeksi, karena virus atau bakteri bisa dengan mudah masuk ke dalam kulit. Seks anal juga dapat memicu infeksi menular seksual, seperti misalnya gonore atau klamidia.Apabila Anda telah melakukan seks anal dengan pasangan, kemudian setelahnya melakukan hubungan intim seperti umumnya (penis masuk ke vagina), maka ada kemungkinan Anda terinfeksi penyakit menular seksual, ya. Kemungkinan lain yang Anda sebutkan, yaitu robekan pada anus, juga mungkin terjadi.Oleh karena itu, ke depannya, sebisa mungkin hindari melakukan seks anal. Apabila sangat menginginkannya, beri tahu suami agar menggunakan kondom, serta melakukan gerakan penetrasi secara pelan dan lembut. Dan jika gejala berlanjut, periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin ya. Semoga bermanfaat. Salam sehat,
dr Sylvia
sekshubungan seksualhubungan seks beresiko
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil