Apa efek samping setelah lepas IUD?

IC Info Penanya: IC, Wanita, 1 Tahun
Sok saya baru lepas kb iud kemarin itu ada efek sampingnya tidak ??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, IC.

 

IUD dalam bahasa awam lebih dikenal dengan Kb spiral. IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu tertentu, biasanya berkisar antara 5-10 tahun.

Terdapat dua jenis Kb IUD yang pertama adalah IUD lapis tembaga yang tidak memiliki kandungan hormon dan IUD yang memiliki kandungan hormon.

Berikut ini merupakan efek samping dari penggunaan IUD:

  • infeksi pelvis : resiko infeksi dalam 20 hari setelah pemasangan, biasanya dianjurkan kontrol untuk evaluasi
  • IUD bergeser : biasanya terjadi segera setelah pemasangan
  • cedera rahim : ditandai dengan nyeri
  • hamil di luar kandungan (ektopik) : bila tetap terjadi kehamilan tapi diluar rahim karena ada IUD

Terkait dengan pertanyaan Anda biasanya dokter akan melepaskan IUD jika dalam kondisi adanya efek samping selama penggunaan atau karena pasien sudah ingin hamil kembali. Jika ada gejala lain yang muncul setelah melepas IUD sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter spesialis kandungan.

Adapun hal lain yang menjadi pertimbangan dari dokter untuk melpas IUD adalah sebagai berikut:

  • IUD sudah kedaluwarsa. 
  • Pasien ingin hamil kembali
  • Pasien mengalami efek samping KB spiral, seperti perdarahan hebat, sakit kepala berat, atau nyeri.
  • Pasien mengalami penyakit menular seksual.
  • IUD yang rusak atau keluar dari rahim.
  • Pasien mengalami kehamilan ketika IUD masih di dalam rahim.

 

Semoga bermanfaat, terima kasih atas pertanyaan Anda di forum SehatQ.

Salam Sehat, 

 

dr.Sri Wulantini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Morning after pill bukanlah obat aborsi. Cara kerjanya juga sangat jauh berbeda.

Morning After Pill, Pil Kontrasepsi "Darurat" untuk Suami-Istri

Levonorgestrel, atau yang sering disebut morning after pill, dianggap sebagai pil kontrasepsi “darurat”, yang hanya boleh diminum setelah berhubungan seksual tanpa pengaman. Pil ini tidak boleh rutin dikonsumsi.