Leher Sakit dan muncul benjolan di dekat tenggorokan

WF Info Penanya: WF, Wanita, 26 Tahun
Pgi dok..Mw tanya nih. Ibu ku di lehernya sakit. Ngilu sampek kuping n di sekitar kuping. Trus krena ngilu itu di deket tenggorokan ada benjol. Apa itu bhaya ya...? Ap itu kelenjar? Udah 1 bulan ini yg sakit. Mw tak bwa ke rmh skit gk mau. Katax takut. Mohon jwbnx. Mksih dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang WF,

Keluhan leher yang nyeri bisa disebabkan oleh :

  1. Limfadenitis. Adanya proses peradangan pada kelenjar getah bening yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur. Peradangan ini akan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening yang seringkali tersebar di sekitar leher, ketiak, dan lipat paha. Bakteri yang sering menyebabkan limfadenitis adalah Mycobacterium tuberculosa.
  2. Hipertensi. Tekanan darah yang tinggi sering menimbulkan perasaan kaku di leher dan terasa nyeri.
  3. Otot kram. Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan kekakuan pada otot leher.

Beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengurangi keluhan nyeri adalah :

  1. Kompres bagian yang nyeri menggunakan air hangat.
  2. Tidur dengan posisi terlentang.
  3. Hindari makanan yang terlalu asin.
  4. Bila nyeri mengganggu aktivitas bisa mengonsumsi paracetamol untuk meredakan nyeri.

Namun pada kasus ibu Anda dimana keluhan sudah dirasakan selama 1 bulan, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk dipastikan apa penyebab nyeri leher dan benjolan tersebut. Karena semakin ditunda akan semakin memperparah keadaan.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Agar hasilnya maksimal, Anda sebaiknya beristirahat dengan cukup, sebelum menjalani tes medical check up

Anda Gagal Tes Medical Check Up? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Tes medical check up adalah pemeriksaan yang bertujuan memastikan kondisi kesehatan calon karyawan. Ada beberapa penyakit yang dapat membuat tes medical check up gagal, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV/AIDS, TBC, Efusi Pleura, Malaria, dan Kondisi kejiwaan atau neurologis.