Kecanduan bersedih dan menolak untuk bahagia

N Info Penanya: N, Wanita
Halo dok, saya ingin bertanya, kira kira apa yang salah, dan apa yang harus saya lakukan. Saya seringkali sulit untuk menerima kebahagiaan, atau kadang sedikit menolak atau memikirkan jika akan melakukan hal yang membuat bahagia, karena sering kali setiap saya berfikir jika itu bisa membuat saya bahagia, apakah besok saya akan bersedih? Saya gak tau kenapa pikiran itu selalu datang. Saya juga seperti kecanduan bersedih, entah karena apa setiap 2 minggu sekali bahkan kadang seminggu sekali saya selalu ingin menangis bahkan saat saya gak tau apa yang sedang saya rasakan, atau bahkan saat saya merasa saya baik baik saja. Saya selalu ingin menangis, dan jika lebih dari dua minggu saya gak bersedih kepala saya suka sakit dok, entah karena apa, ini yang benar benar saya ingin tau dok. Saya mengalami ini sejak masuk SMA, Saya gak pernah berbagi masalah ini dengan siapapun, karena saya juga belum paham apa yang saya rasakan, saya kadang sulit memahami diri sendiri, saya seringkali ingin lebih memahami orang lain, itu cara saya untuk belajar memahami diri sendiri, tapi sampai sekarang saya masih bingung dok. Apa ini sebuah penyakit ? Jika ya, bagaimana cara saya mengatasinya dok? Terimakasih sebelumnya....
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, N.

Kecanduan bersedih dan menolak kebahagiaan adalah kondisi tidak wajar, karena secara kodrat manusia akan selalu mencari hal-hal positif yang menciptakan kebahagiaan, dan menghindari kesedihan sebisa mungkin. Kondisi tidak wajar tersebut bisa dipicu oleh berbagai penyebab atau gangguan psikologis, tergantung apa yang melatarbelakanginya.

Apabila Anda ingin selalu bersedih karena merasa tidak layak untuk bahagia, maka bisa jadi Anda mengalami depresi, yaitu kondisi sedih berkepanjangan yang sering diiringi dengan pemikiran untuk mengakhiri hidup. Penderita depresi juga kehilangan keinginan dan minat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, dan lebih memilih untuk menarik diri dari kehidupan sosial.

Kemungkinan lainnya adalah Anda mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat ketika mengalami kesedihan. Oleh karena itu, Anda merasa ingin mengulangi kesedihan tersebut, agar dapat menjadi pusat perhatian terus-menerus. Hal ini seringkali dilakukan oleh mereka yang memiliki gangguan kepribadian histrionik.

Selain itu, rasa takut berlebihan untuk bahagia, atau yang sering disebut sebagai cherophobia juga bisa menjadi penyebab kondisi Anda. Cherophobia bisa dipicu oleh pengalaman buruk di masa lalu, ketika seseorang mendadak mengalami kedukaan yang amat sangat setelah mengalami kebahagiaan sebelumnya.

Selain ketiga kemungkinan di atas, masih ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebagai penyebab kondisi Anda. Satu hal yang pasti, hal ini sudah tidak wajar dan sebaiknya segera ditangani, apalagi Anda mengalami sakit kepala ketika keinginan sedih Anda tidak terealisasi. 

Akan tetapi, agar dapat ditangani, perlu ditegakkan dulu diagnosis pasti terkait kondisi yang Anda alami. Untuk itu, perlu dilakukan tanya-jawab mendalam tentang pandangan Anda terhadap masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mencoba terbuka dan menceritakan hal ini kepada orang terdekat, agar dapat didampingi untuk berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu penyebab depresi adalah perubahan hormon

Mengenal Beberapa Penyebab Depresi yang Diyakini Para Ahli

Penyebab depresi dapat berbeda-beda. Menurut para ahli, kondisi ini dapat terjadi karena tidak seimbangnya zat kimia pada otak, hingga trauma di masa lalu.