Laki-laki nyeri dada usia 17 tahun.

A Info Penanya: A, Pria, 17 Tahun
Dok saya masih umur 17 tahun dan saya sering di dada kiri saya nyeri. Apa itu termasuk nyeri dada?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, A

Terimakasih sudah bertanya di Forum SehatQ.

Nyeri dada adalah nyeri di daerah dada. Nyeri dada bisa disebabkan oleh banyak kondisi klinis. Yang paling ditakutkan adalah nyeri dada akibat kelainan jantung. Nyeri dada khas jantung atau disebut angina adalah nyeri dada yang dirasakan :

  • nyeri dada seperti ditekan, diremas, atau tertiban benda berat
  • nyeri dada dibawah tulang sternum (tulang penghubung antara iga kanan dan kiri)
  • nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, leher, punggung, atau ulu hati
  • nyeri yang dirasakan secara terus menerus selama lebih dari 20 menit
  • nyeri disertai sesak nafas, keringat dingin, mual atau pusing

Sedangkan nyeri dada sebelah kiri bisa juga disebabkan oleh gangguan di saluran nafas, selain nyeri dada seperti ditusuk bisa dirasakan juga ada batuk, demam, ataupun sesak nafas. Disebabkan oleh asma, bronkitis, PPOK atau infeksi paru lainnya.

Nyeri dada kiri juga bisa disebabkan gangguan di saluran pencernaan, selain nyeri dada ada juga dirasakan mual, muntah, mulut pahit, rasa terbakar di dada atau leher. Bisa disebabkan oleh radang lambung / maag, batu empedu, infeksi atau radang di organ pankreas atau empedu.

Nyeri dada kiri paling sering disebabkan oleh gangguan otot dan sendi. Misalnya setelah olahraga atau aktivitas berat. Riwayat benturan di dada atau cedera. Karena resiko nyeri dada disebabkan oleh kelainan di jantung maka anda sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu di RS hanya untuk memastikan penyebabnya. Semoga penjelasan saya bermanfaat.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Melakukan meditasi di alam terbukadapat memperkuat tubh dan membantu Anda lebih rileks

Terapkan Cara Menjaga Kesehatan Mental Berikut, demi Jantung Sehat

Menangani gangguan stres dan kecemasan dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental, antara lain memotivasi diri, olahraga teratur, istirahat cukup, dan meditasi.