Kulit Bintik Berair dan Gatal

V Info Penanya: V, Wanita, 22 Tahun
Selamat malam Dokter,Pada kulit kaki saya sering timbul bintik berair dan gatal, bila dipecahkan maka sakit akan menular ke bagian lainnya. Seperti penyakit alergi. Sudah berobat ke Dokter Kulit dan diberikan obat, namun bila obat habis maka sakit akan timbul kembali. Setelah kering menjadi hitam dan berbekas. Ini sakit apa dan bagaimana agar tidak kambuh serta adakah cara untuk menghilangkan bekas yang ditimbulkan? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi Ibu V,

Gangguan kulit yang dialami bisa saja akibat alergi kontak, infeksi jamur, infeksi virus, eksim kulit atau alergi makanan atau minuman. Untuk penyakit kulit karena alergi, perhatikanlah apa yang menjadi pencetus terjadinya sakit, apakah udara dingin, debu, makanan tertentu atau kontak dengan zat tertentu dan hindari pencetus ini. Bila penyebabnya adalah infeksi jamur, virus dan bakteri maka diperlukan obat anti jamur, anti virus dan antibiotik dapat berupa zalf yang dioleskan atau obat yang diminum.

Sebaiknya periksakan hal ini lebih lanjut ke Dokter Kulit (SpKK) yang berbeda dari Dokter sebelumnya dengan menginformasikan nama obat sebelumnya yang sudah pernah diberikan. Untuk bekas hitam tanyakan kepada Dokter Kulit obat untuk menghilangkan bekas hitam tsb.

Secara alami bisa dicoba dengan mengoleskan getah kentang ke bekas kehitaman di kulit, setiap hari. Caranya dengan memotong kentang menjadi dua bagian dan seterusnya, kemudian oleskan bagian yang basah ke kulit yang menghitam bekas luka. Kentang dapat juga ditumbuk halus dan ambil air perasan kentang tsb untuk dioleskan ke bekas luka yang menghitam.

Salam Sehat

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Obat antihistamin dan antibiotik dapat membantu mengatasi gatal karena biduran

Cara Tepat Mengatasi Gatal dan Bentol Akibat Biduran

Biduran adalah reaksi kulit berupa bentol, kemerahan dan gatal karena alergi. Mengobati rasa gatalnya dapat menggunakan obat antihistamin non-sedatif atau antibiotik.