Konsumsi Obat TB

D Info Penanya: D, Pria, 35 Tahun
Hi Dokter, saya ingin menanyakan seputar obat TB yang saya konsumsi. Saat bulan pertama, saya mengalami batuk yang disertai dengan lendir hijau kental. Saya belum pernah melakukan pemeriksaan lendir dahak tetapi saya pernah melakukan tes rotgen di dada dan melalui hasil tes tersebut, saya dinyatakan memiliki infeksi di paru-paru. Gejala TB yang saya rasakan adalah keringat di malam hari, tubuh menjadi kurus, batuk dengan lendir selama lebih dari tiga minggu. Namun, setelah saya mengonsumsi obat, saya mulai mengalami perbaikan dan setelah 20 hari mengonsumsi obat TB tersebut, batuk saya sudah reda dan lendir hijau kental yang bercampur dengan bercak darah juga sudah tidak ada lagi. Apakah tidak masalah jika saya mengonsumsi obat-obatan tersebut? Obat yang saya konsumsi adalah INH, Isonazid, Rifampicin 600 mg, dan Pyrazinamide 500 mg. Selain itu, muncul juga gatal yang serupa biang keringat di sekujur tubuh saya, apakah hal tersebut adalah efek dari obat yang saya konsumsi? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Bapak D,

Untuk penegakkan Diagnosa TB Paru dan pemberian obat (OAT atau Obat Anti Tuberkulosa) seharusnya dilakukan oleh Dokter atau tenaga ahli kesehatan yang dapat ditemukan di Puskesmas. Semua pengobatan ada ketentuannya tersendiri dan tidak dianjurkan untuk minum obat apapun tanpa terlebih dulu berkonsultasi dengan Dokter.

Memang minum obat TBC selama enam sampai 9 bulan, bahkan sampai 12 bulan dapat saja menimbulkan efek samping pada tubuh. Oleh sebab itu bila pengobatan dilakukan atas instruski Dokter maka perjalanan perawatan juga akan dilakukan dalam pengawasan ketat oleh Dokter ybs. Sehingga bila timbul kelainan fungsi hati atau efek samping lainnya, akan segera tertangani oleh Dokter.

Minum obat tanpa instruksi Dokter, dapat membahayakan tubuh karena dosis obat yang tidak tepat, pengobatan menjadi tidak adekuat sehingga kuman dapat menjadi resisten dan bertambah ganas maka akan susah diobati. Sampai dapat timbulnya komplikasi atau penyebaran penyakit ke tempat lain seperti ke otak, ginjal dll.

Saran kami Bapak segera mengunjungi Dokter Spesialis Paru atau puskesmas terdekat, untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini pengobatan TBC untuk Indonesia dapat diterima secara gratis di Puskesmas -Puskesmas sesuai dengan Program yang diberikan oleh Pemerintah. Jadi Bapak tidak perlu khawatir tentang biaya obat dan pelayanan kesehatan yang mahal.

 

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pekerja konstruksi harus lebih berhati-hati, karena rentan mengalami penyakit paru-paru

10 Pekerjaan Berisiko untuk Penyakit Paru paru

Paru-paru merupakan organ yang bekerja tanpa henti dan tidak jarang orang yang paru-parunya terserang penyakit. Ternyata, beberapa jenis pekerjaan dapat memicu penyakit paru-paru seperti bartender, tenaga kesehata hingga pekerja tambang batu bara.