Kista Ovarium

EA Info Penanya: EA, Pria, 21 Tahun
Pagi dokter,Dok, saya pernah punya kista ovarium sebelah kiri yang cukup besar, kira-kira 12 cm ketika saya berusia 17 tahun. Saya sudah menjalani operasi pengangkatan kista ovarium. Setelah operasi, haid atau mens saya sudah teratur tapi tetap masih sakit. Sekarang, usia saya sudah jalan 22th, Dok, sudah menikah tapi belum hamil. Apa ada hubungannya dengan operasi kista yang saya jalani dengan belum hamilnya saya ya, Dok? Padahal haid atau mens saya teratur. Apakah saya bisa hamil, Dok? Tipsnya biar cepat hamil apa ya, Dok? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Salam, Ibu EA

Untuk menjawab pertanyaan ibu, sebelumnya saya perlu mengetahui terlebih dahulu ketika dulu operasi kista, yang diangkat atau diambil hanya kistanya saja atau ovariumnya juga diambil? Bila yang diambil hanya kista di ovarium, maka saat ini Ibu masih memiliki 2 indung telur (ovarium). Namun bila saat itu satu ovarium sudah diambil maka asumsi kami saat ini Ibu hanya memiliki 1 indung telur.

Pada wanita, terdapat sepasang ovarium. Setiap bulannya, ovarium akan melepaskan 1 sel telur yang matang dan siap dibuahi oleh sel sperma. Jadi hanya dibutuhkan 1 sel telur matang dan 1 sel sperma yang sehat agar proses kehamilan dapat terjadi.

Jika pada saat operasi ternyata dilakukan pengangkatan 1 ovarium, maka kemungkinan untuk hamil memang akan sedikit lebih sulit. Namun, bukan berarti ibu tidak bisa hamil sama sekali. Untuk mendukung usaha ibu yang ingin secepatnya hamil, beberapa tips ini mungkin dapat membantu:

  1. Kenali masa subur ibu dan lakukan hubungan saat masa subur.
  2. Berhubungan seksual secara rutin 2 hingga 3 kali seminggu. Sebaiknya jangan setiap hari, namun di selang 1 hari.
  3. Ibu dapat memeriksakan kesehatan reproduksi ibu dan suami secara keseluruhan ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan terdekat.
  4. Sebisa mungkin hindari stres, secara fisik dan mental. Terutama stres karena tuntutan untuk segera hamil baik dari keluarga maupun dari diri sendiri.
  5. Saling mendukung secara moral antara suami dan istri, sehingga timbul perasaan aman dan kepercayaan dalam hubungan suami istri.
  6. Makan makanan yang banyak mengandung Vitamin E seperti sayur toge, semangka, suplemen vitamin E dan suplemen asam folat.  Minum suplemen asam folat dapat mencegah cacat pada calon bayi. Sebelum mengkonsumsi suplemen apapun, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan Dokter.
  7. Jangan terlalu memaksakan diri agar segera hamil. Jika terlalu dipaksakan, kegembiraan dalam hubungan suami istri dapat menghilang.
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anda bisa mengantisipasi diabetes tipe-2 saat hamil, dengan rutin memantau gula darah.

Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Diabetes gestasional membuat Anda dan anak berisiko terkena diabetes tipe-2. Mengapa demikian?