logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kelamin

Apakah penyebab keputihan panas dan bau?

29 Mar 2021, 05:56

AI

Info Penanya: AI

Selamat pagi dokter..aku mau tantang keputihan yang sedang aku alami rasanya bau dan panas dan perih

Dilihat 3240

0 Komentar

SehatQ Logo

Dijawab oleh dr. Farahdissa

Selamat pagi, AI

Terima kasih atas pertanyaannya.

Lendir yang keluar dari vagina biasanya disebut sebagai keputihan.  Lendir keputihan merupakan suatu yang normal selama tidak berbau, berubah warna, serta menimbulkan rasa gatal atau panas di vagina.  Lendir keputihan ini akan bertambah jumlahnya ketika wanita akan mengalami haid, kehamilan, masuk masa subur, penggunaan KB hormonal serta saat berhubungan intim.  Ketika lendir keputihan menyebabkan gatal, panas, berbau, atau berubah warna maka ada kemungkinan terjadi gangguan pada kelamin.

Penyebab keputihan tidak normal :

  • Infeksi bakteri atau vaginosis bakterialis. Kondisi ini akan membuat keputihan menjadi kuning kehijauan, panas, gatal di vagina, serta berbau busuk. 
  • Infeksi jamur kandida akan membuat keputihan menjadi kekuningan, gatal di vagina, serta berbau. Sering terjadi ketika kebersihan vagina kurang terjaga.
  • Klamidia suatu infeksi bakteri akibat hubungan seksual bebas akan membuat vagina terasa panas, gatal, dan keputihan menjadi kehijauan.
  • Trikomonas merupakan infeksi menular seksual akibat parasit sehingga keputihan akan kental kehijauan dan berbau sangat menyengat dan busuk.

Jika keputihan anda menjadi panas di vagina dan berbau, ada baiknya periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan langsung pada vagina sehingga dapat dilakukan pengobatan yang sesuai. 

Tindakan awal dalam mengatasi keputihan tidak normal :

  • Perbanyak minum air putih.
  • Hindari aktivitas seksual hingga dinyatakan pulih.
  • Hindari menahan buang air kecil.
  • Mulai kurangi penggunaan cairan pembersih kewanitaan, sabun dan pembalut berpewangi.
  • Kurangi pemakaian celana yang terlalu ketat
  • Sering ganti celana ketika basah atau lembab.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Farah

kandidiasis vaginakeputihankesehatan vagina

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Beri Komentar

Butuh beberapa saat untuk menampilkan komentarmu.

Diskusi Terkait di Forum

Article Terkait

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved