Kepanasan saat hamil, mengapa?

RS Info Penanya: RS, Wanita, 26 Tahun
Dok, saya sekarang lagi hamil dan merasa gerah. Terasa lebih panas dan saya keringatan terus.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear, Ibu RSD 

Saat hamil, badan gerah dan berkeringat merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi ini disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Pengaruh hormon progesteron selama kehamilan yang meningkatnya aliran darah ke jaringan kulit menyebabkan peningkatan suhu tubuh secara keseluruhan.
  • Kelenjar keringat juga menjadi lebih produktif sehingga produksi keringat menjadi lebih banyak.
  • Perkembangan bayi yang bertambah besar khususnya di usia kehamilan yang makin besar, menyebabkan Ibu menjadi lebih gerah dan begah

Meski bukan kondisi berbahaya, namun ada kalanya kondisi ini perlu diperhatikan. Jika terlalu banyak keringat yang dikeluarkan oleh tubuh, maka ibu hamil bisa mengalami kram kaki akibat berkurangnya garam mineral saat berkeringat. Untuk menggantikan zat-zat yang hilang tersebut, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi banyak cairan.

Cairan yang dikonsumsi tidak hanya terbatas pada air putih saja, karena jus yang kaya akan serat bisa membantu mengatasi sembelit dan juga menghindari kram kaki.

Banyak berkeringat selama kehamilan merupakan kondisi umum yang terjadi pada semua ibu hamil, sehingga ibu hamil tak perlu panik. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengonsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi yang bisa mempengaruhi kehamilannya.

Kebanyakan ibu hamil biasanya akan merasa lebih gerah atau panas dan mengeluarkan keringat lebih banyak. Penyebab rasa gerah saat hamil karena perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke kulit yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Selama yang dirasakan itu masih dalam batas normal, tentunya tidak membahayakan perkembangan janin.

Meski cukup banyak mengeluarkan kerinat, namun keringat ibu hamil umumnya lebih sedikit menimbulkan bau. Ini karena, bau atau aroma yang dihasilkan kelenjar di daerah sekitar ketiak dan payudara memang berkurang selama Ibu mengandung. Tapi, keringat dan kegerahan memang membuat siapapun tidak nyaman. Kebanyakan ibu hamil merasakan gerah bahkan ketika udara sekitarnya tak cukup panas untuk membuat tubuhnya berkeringat. Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mengurangi gerah saat berbadan dua.

1. Kenakan Pakaian yang Ringan dan Longgar

Kenakan pakaian yang loose atau longgar, ringan, dan mudah menyerap keringat, seperti pakaian berbahan katun. Gaya baju berlapis atau bertumpuk juga oke, agar kamu bisa dengan mudah melepas salah satunya dan tetap terlihat sopan, setiap kali kamu merasa kegerahan.

2. Hindari Terik Matahari

Hindari sinar matahari langsung, dan hindari berada di luar rumah saat cuaca panas. Ini termasuk saat kamu berencana berolahraga di luar rumah. Sebaiknya, pilih waktu-waktu saat udara luar terasa lebih teduh untuk berolahraga, misalnya sebelum sarapan pagi atau sesaat setelah makan malam.

3. Olahraga di Dalam Ruangan

Anda bisa mengikuti kelas fitness, yoga, atau senam dalam ruangan ber-AC, sehingga Anda tak perlu terkena sinar matahari langsung saat berolahraga. Selain itu, berenang adalah satu-satunya pilihan olahraga yang nggak akan membuat panas tubuhmu semakin meningkat. Jangan lupa, segeralah berhenti setiap kali kamu merasa gerah.

4. AC daripada Kipas Angin

Jika tubuh Anda terasa tak lagi mampu menoleransi rasa gerah, pilihlah AC daripada kipas angin untuk membantu mendinginkan tubuh. Anda juga dapat pergi ke tempat-tempat yang sejuk seperti mall atau bioskop.

5. Minum dan Minum Terus

Selain mencegah dehidrasi dan membuat kulitmu tetap lembap, banyak minum juga menghindarkanmu dari rasa lemas atau kurang berenergi. Minum setidaknya dua liter air setiap hari, dan perbanyak lagi jika kamu sedang berolahraga atau cepat berkeringat.

6. Bedak Tabur

Bedak tabur atau talc cukup efektif menyerap keringat atau kelembapan berlebih pada kulit. Dan seperti pada kulit bayi, bedak tabur juga dapat membantu mencegah ruam kulit yang bisa muncul saat Anda kegerahan.

Semoga jawaban di atas dapat membantu. Jangan ragu untuk konsultasikan kondisi ini ke dokter yang merawat Anda. 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pembuahan yang terjadi saat ovulasi atau masa subur memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk hamil

Cara Mengetahui Masa Subur untuk Merencanakan Kehamilan

Merencakan kehamilan adalah proses penting bagi Anda yang ingin segera hamil. Salah satu hal terpenting yaitu dengan mengetahui masa subur dan siklus menstruasi Anda, agar pembuahan yang baik dapat terjadi pada saat ovulasi.