Kepala belakang dekat leher terasa sakit dan pusing tiba-tiba. Apa penyebabnya?

GH Info Penanya: GH, Pria, 21 Tahun
Dok mau nanya ,Kepala bagian belakang deket leher sering pusing tiba tiba & rasanya sakit banget ,itu kenapa ya
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, GH

Nyeri kepala di kepala bagian belakang dan leher serta dahi, terasa seperti ditekan, dijepit atau diikat. Disebut juga sakit kepala tegang atau nyeri kepala stres. Bisa berlangsung selama 30 menit atau sampai beberapa hari dan lebih sering di siang hari. Gejala lainnya seperti sulit tidur, merasa lelah, mudah marah, sulit fokul, pegal linu serta sedikit sensitif terhadap cahaya atau suara. 

Berbeda dengan sakit kepala migren, yang disertai gejala saraf lainnya. Misalnya kelemahan otot atau gangguan penglihatan. Serta jarang membuat nyeri perut, mual atau muntah.

Nyeri kepala biasanya dimulai dari belakang dan menjalar ke depan, seperti ada yang mengikat di sekeliling kepala serta membuat otot leher, bahu dan rahang terasa pegal dan nyeri. Sering dipicu oleh stres, bisa di rumah, sekolah, keluarga, sahabat atau hubungan.

Nyeri pada otot leher dan kepala bisa juga akibat kurang istirahat, postur yang buruk (banyak membungkuk), stres emosional (termasuk depresi), cemas, kelelahan, lapar serta gangguan kesehatan rongga mulut.

Untuk mengatasinya bisa menggunakan obat nyeri yang tersedia bebas, menghindari pemicu nyeri kepala, mengatasi stres, mandi air hangat, kompres dingin serta menjaga postur tubuh yang baik. Hindari juga kopi, stop merokok, makan yang teratur, olahraga teratur, serta tidur yang cukup. Bila keluhan berlanjut, sebaiknya konsultasi langsung dengan dokter.

Jangan Sembarang Obat, Ini Cara Mengobati Sakit Kepala yang Tepat

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ada berbagai mitos kesehatan yang masih umum dipercaya, seperti takaran air putih, obat detoks, hingga penyebab pilek

Beberapa Mitos Kesehatan Ini Sama Sekali tidak Bisa Anda Percaya

Minum air harus 8 gelas sehari? Ternyata itu isapan jempol belaka. Anda juga masih percaya dengan produk-produk detoks, yang sayangnya belum terbukti kebenarannya. Ada beberapa mitos kesehatan lain, yang mungkin masih Anda dan keluarga yakini hingga sekarang.