Kenapa sering sedih dan mendadak menangis?

L Info Penanya: L
dok saya kalo sedang sendiri sering tiba2 sedih dan langsung menangis. dalam beberapa bulan terakhir ini lebih sering. mengapa ya dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi L,

Perasaan sedih merupakan salah satu perasaan yang wajar dirasakan oleh setiap orang bila ada kejadian atau suasana yang tidak nyaman seperti berita duka, pertengkaran, masalah atau beban hidup yang dirasakan sangat berat. Namun setiap orang juga memiliki mekanisme pertahanan tubuh untuk menghilangkan perasaan sedih tersebut, dan biasanya akan berangsur-angsur menghilang dalam 2 minggu tergantung dari berat ringannya masalah.

Bila perasaan sedih ini menetap melebihi jangka waktu 2 minggu, maka sudah perlu mendapat perhatian khusus. Karena perasaan sedih yang berlangsung lama akan berubah menjadi keadaan depresi dimana akan muncul ciri-ciri seperti mudah marah, menarik diri dari pergaulan, tidak napsu makan atau malah sering makan sebagai salah satu cara pelampiasan, mudah menangis tanpa sebab yang jelas, badan lemas, dan lebih banyak tidur atau malah sulit tidur, kehilangan minat terhadap sesuatu yang sebelumnya menyenangkan, sulit konsentrasi, hingga ada niatan untuk mencelakai diri sendiri atau orang lain.

Yang bisa Anda lakukan adalah :
  1. Coba berbagi cerita dengan orang yang Anda percayai.
  2. Berpikir positif dan ikhlaskan masa lalu.
  3. Cari kegiatan yang menyenangkan untuk mengurasi rasa stres.
  4. Olahraga secara teratur untuk meningkatkan hormon endorfin.

Bila keluhan dirasakan semakin kompleks, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke psikiater untuk penanganan yang tepat. Semakin cepat akan semakin baik.

Salam sehat,

dr. Vina

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Banyak orang tidak tahu bagaimana rasanya depresi. Pemahaman tentang depresi sebaiknya dipelajari sebelum membantu penderita depresi, agar tidak semakin memperburuk gejala mereka.

Sebelum Anda Membantu Penderita Depresi, Pahami Gejalanya Terlebih Dahulu

Dengan banyaknya persepsi salah mengenai depresi di media sosial atau platform lainnya, menunjukkan bahwa banyak orang tidak tahu apa itu depresi dan bagaimana rasanya depresi. Pemahaman tentang depresi sebaiknya dipelajari sebelum membantu penderita depresi, agar tidak semakin memperburuk gejala mereka.