Keluhan pada ibu hamil yang mengidap HIV?

I Info Penanya: I
Hai dok mau nanya niiiApa aja si keluhan bumil yg penderita penyakit hiv
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, I

Ada beberapa hal yang perlu diketahui ibu hamil dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV masuk ke dalam aliran darah melalui cairan tubuh seperti darah atau cairan ejakulasi. Setelah masuk darah, virus akan membunuh sel CD4 yang merupakan kunci dari sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tidak dapat melawan saat terkena infeksi lain. AIDS adalah suatu kondisi ketika sel CD4 berada dalam kadar tertentu sehingga seseorang tidak dapat melawan penyakit biasa seperti pneumonia, infeksi paru, kanker dan infeksi berbahaya lainnya. 

Biasanya seseorang yang terkena infeksi HIV akan mencapai status AIDS dalam hitungan bulan atau tahunan tergantung masing-masing individu. Dengan kemajuan di bidang kesehatan, saat ini HIV bisa dikontrol namun belum sampai disembuhkan. Sehingga seseorang bisa tetap sehat lebih lama dan mengurangi kemungkinan menularkan virus tersebut.

Pada saat kehamilan, HIV dapat menular ke bayi melalui plasenta (ari-ari), pada saat melahirkan bisa tertular dari darah dan cairan ibu dan memberi ASI juga bisa menularkan virus tersebut pada bayinya.

Sehingga langkah yang harus diambil harus didiskusikan dengan dokter yang akan menangani ibu tersebut, diantaranya :

  • Menggunakan kombinasi obat anti HIV selama kehamilan
  • Melahirkan dengan operasi cesar bila hasil lab kadar HIV tinggi
  • Menggunakan obat anti HIV selama persalinan
  • Memberikan obat anti HIV pada bayi setelah lahir
  • Tidak boleh memberi ASI

Dengan melakukan semua langkah diatas kemungkinan untuk tertular ke bayinya sangat kecil. Tujuan pemberian obat HIV selama kehamilan selain untuk menjaga kesehatan serta mencegah HIV menular ke bayinya. Efek samping penggunaan obat tersebut bisa mual, diare, sakit kepala dan sakit otot.

Ibu hamil tersebut harus sering kontrol kehamilan dan memeriksa kadar CD4 dalam tubuhnya. Resiko pada ibu saat melakukan operasi cesar karena daya tahan tubuhnya terganggu sehingga rentan terkena infeksi lain. Sehingga akan diberikan obat untuk mencegah infeksi tambahan.

Setelah bayi lahir akan diperiksa dua kali setelah lahir dalam periode beberapa bulan. Untuk melihat apakah ada virus dalam darahnya. Kemudian ada juga pemeriksaan setelah usia 1 tahun untuk lebih memastikan.

Jangan lupa untuk diskusikan dengan Dokter Spesialis Kandungan yang akan melakukan operasi cesar nantinya. Untuk kesehatan ibu, kesehatan janin dan kesehatan tim medis yang menanganinya nanti.

Baca juga artikel kesehatan kami mengenai HIV berikut ini :

8 Gejala HIV pada Wanita yang Perlu Anda Ketahui

Pencegahan Penularan HIV pada Anak, Perlu Keterlibatan Semua Pihak

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)