keluhan halusinasi, insomnia, mental down dan keinginan bunuh diri

D Info Penanya: D, Wanita, 15 Tahun
dokter, saya ingin bertanya. saya sering berhalusinasi, insomnia, dan saya jadi bahan lelucon teman sekolah sehingga membuat mental saya menjadi down. saya suka merasa tidak pantas hidup, atau sering berfikiran untuk bunuh diri. saya punya trauma, saya juga dibebani banyak pikirannya disekolah mengenai pelajaran/sosial/organisasi. menurut dokter saya mengalami stress atau depresi ringan? dan saya merasa sangat membutuhkan obat penenang agar tidak sering cemas/khawatir. kira2 obat yang cocok apa?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, D

Keluhan keluhan halusinasi, insomnia, mental down adalah tanda seseorang mengalami depresi. Jika terdapat halusinasi dan keinginan bunuh diri maka menjadi gangguan depresi mayor yang harus mendapatkan terapi segera. Kondisi depresi sendiri dapat tercetus pada seseorang yang memiliki riwayat trauma, efek masalah kemiskinan, lingkungan pekerjaan stress tinggi dan riwayat keluarga dengan masalah kejiwaan. 

Saya sarankan agar anda melakukan aktivitas diluar seperti olahraga karena terbukti membantu mengatasi gejala depresi. Anda sebaiknya menghindari suasana sendirian, membagi cerita dengan orang terdekat, menemukan hobi baru dan semangat. 

Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa Sp.KJ/Psikiater. Biasanya seseorang dengan depresi akan diberikan obat antidepresan yang akan memperbaiki mood, antiansietas yang membantu menghilangkan rasa cemas sertai dipertimbangkan antipsikotik untuk menghilangkan halusinasi.

Salam sehat

dr. Zulham

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jaga kesehatan mental Anda sebagai cara menjaga kesehatan jantung

Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Mental yang Baik

Selain berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kesehatan mental merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan sebagai cara menjaga kesehatan jantung. Pasalnya, kondisi kejiwaan seperti depresi, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.