Keluar darah ketika buang air kecil saat hamil 24 minggu. Apakah yang harus dilakukan?

TP Info Penanya: TP, Wanita, 35 Tahun
Ass. Dok, dok saya mau tanya td saya buang air kecil pas saya lap pakai tisu ada bercak darah cair, kehamilan saya sudah 24 minggu, apakah bahaya dok??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang,T

Terimakasih telah berkonsultasi dengan kami di SehatQ.

Saya jelaskan ya.

Dalam istilah medis terdapat hematuria atau kencing bedarah. Jika dialami oleh ibu hamil maka hal ini harus berkonsultasi langsung ke dokter ya karena dokter akan memastikan darah ini berasal dari vagina atau dari saluran kencing Anda.

Karena jika dari saluran kemih dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi saluran kemih: pada kondisi hamil lumrah terjadi karena perubahan hormone. Gejala dapat berupa nyeri saat kencing, menggigil, mual, demam dan kencing berdarah
  • Batu ginjal: selain kencing berdarah gejala berupa nyeri pada pinggang kanan
  • Iritasi pada saluran kemih pasca berhubungan intim

Jika berasal dari vagina yang dikhawatirkan adalah keguguran, seperti:

  • Pendarahan
  • Nyeri perut
  • Gerak janin menurun
  • Keluar darah dan jaringan berupa gumpalan

Segeralah ke dokter ya untuk memastikannya.

Tips untuk Anda sebelum ke dokter untuk penanganan sementara di rumah:

  • Istirahat
  • Minum air mineral 2L perhari
  • Hindari aktivitas berat
  • Jangan menahan kencing
  • Hindari memakai celana dalam terlalu ketat
  • Membasuh kelamin dari depan ke belakang setelah kencing atau BAB.
  • Perhatikan gerak janin Anda minimal 10x dalam sehari

Semoga bermanfaat

Salam sehat

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Orangtua memiliki peran penting dalam mencegah hamil di luar nikah

Pentingnya Peran Orangtua dalam Mencegah Hamil di Luar Nikah

Baru-baru ini, Young Lex membuat pengakuan bahwa sang istri yang tengah mengandung ternyata hamil di luar nikah. Hamil di luar nikah seringkali bukanlah suatu hal yang diinginkan terutama bagi orangtua. Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua untuk mencegahnya?