Keluar lendir cokelat selama satu bulan

N Info Penanya: N
Halo dok saya keluar lendir coklat tidak berbau dan kuantitas sedikit. Keluarnya mungkin sudah ada 1 bulan lebih serta tidak ada nyeri. Kira kira kenapa ya dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, N.

Lendir cokelat dari vagina yang berkepanjangan bisa merupakan gejala dari suatu kondisi tertentu. Penyebab kondisi tersebut bisa saja gangguan hormonal, misalnya karena penggunaan kontrasepsi, sindrom ovari polikistik, atau stres psikologis. Selain itu, infeksi pada vagina juga bisa menyebabkan gejala tersebut, baik infeksi virus, bakteri, ataupun jamur.

Apabila Anda mengalami lendir cokelat dari vagina, harus dipastikan dulu apa penyebabnya, baru dapat diberikan penanganan yang tepat. Apabila disebabkan oleh gangguan hormonal, maka perlu dilakukan pola hidup sehat agar hormon kembali seimbang, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan bergizi, perbanyak buah dan sayur-mayur
  • Minum air putih yang cukup
  • Bergerak aktif atau berolahraga secara rutin, 30 menit per hari
  • Tidur cukup 7-9 jam per hari
  • Mengelola tingkat stres dengan baik, misalnya dengan yoga atau meditasi

Tetapi apabila disebabkan oleh infeksi, maka terapi akan disesuaikan dengan penyebabnya, misalnya antibiotik pada infeksi bakteri atau antijamur pada infeksi jamur. Konsultasikan dulu hal ini kepada dokter spesialis kulit dan kelamin, agar dilakukan pemeriksaan duh vagina dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.

Selain itu, selalulah jaga kesehatan organ intim dengan cara menggunakan celana dalam yang tidak ketat dan berbahan menyerap keringat, serta mencucinya dengan bersih sehabis buang air atau berhubungan intim. Pastikan juga kondisi organ intim tidak terlalu lembab ataupun kering, ya. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Keputihan dapat diobat melalui obat keputihan di apotek

3 Jenis Obat Keputihan di Apotek yang Bisa Anda Pilih

Obat keputihan di apotek bisa berbentuk krim maupun tablet, beberapa di antaranya hanya bisa didapat dengan resep dokter.