Kehamilan saya 40week 3hari dan Kemarin sya keluar darah sma lendir

DU Info Penanya: DU, Wanita, 23 Tahun
Dok saya mau tanya usia kehamilan saya 40week 3hari. Kemarin sya keluar darah sma lendir nyampe sekrng sudh 2hari. Tapi kontrksi masih 1menit 1kali. Itu normal ga ya? Saya sdh priksa ke bidan setempat pas pertma keluar darah katanya nunggu 2hari lagi katanya blm pembukaan. Tapi ini keluar cairan darah trus ky mau haid pertma dan terakhir dok. Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, DU

Kehamilan adalah  suatu hasil pembuahan dari pertemuan sperma dan sel telur sampai awal suatu persalinan. Normal ibu mengandung janin pada usai kehamilan 36 minggu-40 minggu.

Pada kasus Anda, Anda sudah hamil 40 minggu 3 hari dan memiliki keluhan keluar lendir darah. Keluar lendir darah merupakan suatu tanda awal memulai persalinan. 

Tanda-tanda mau melahirkan yaitu:

  • Sering kram perut atau kontraksi minimal 3x dalam 10 menit selama 20 detik.
  • Keluar air-air dari vagina yang menandakan pecahnya cairan ketuban
  • Keluar darah dan lendir
  • Daerah di sekitar vagina menonjol

Penyebab Bayi tidak lahir di saat suda terjadi tanda-tanda lahir :

  • Lilitan tali pusat ke janin
  • Letak janin sungsang atau letak bokong
  • Berat bayi besar
  • Pinggul ibu kecil
  • Tinggi badan ibu kuranf dari 145 cm

Sebaiknya Anda periksa langsung ke spesialis kandungan, untuk di USG dan memastikan lagi kemungkinan penyebab Anda belum melahirkan. Apalagi usai kehamilan Anda sudah memasuki 40 minggu dan bisa mengakibatkan infeksi pada janin Anda, dan saran saya untuk segera periksa ya bu.

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Anugerah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

tekanan darah ibu hamil yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada bayi

Ini Nilai Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal pada Ibu Hamil

Tekanan darah normal pada ibu hamil adalah berkisar 120/80 mmHg. Jika terlalu tinggi, dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada bayi, kerusakan organ tubuh, hingga penyakit jantung.