Apakah riwayat preeklampsia dapat terulang kembali di kehamilan berikutnya?

BB Info Penanya: BB, Pria, 1 Tahun
Jika sebelumnya mengalami riwayat darting urin positip 1 maka bisa terjadi kembali pd kehamilan berikutnya...apakah berbahaya dan curret setelah melahirkan
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, B.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Preeklampsia adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatakan tekanan darah dan adanya protein pada urin yang terjadi di masa-masa kehamilan. 

Tanda dan gejala dari preeklampsia yaitu tekanan darah tinggi, adanya protein pada urin, sakit kepala, sesak napas, nyeri perut, lemas, mual, muntah, bengkak di tangan dan kaki, dan berat badan naik secara tiba-tiba. Kondisi preeklampsia harus segera ditangani agar tidak berkembang ke arah eklampsia

Preeklampsia dapat terjadi kepada siapa saja. Ada beberapa kelompok ibu hamil yang rentan terkena preeklampsia, yaitu ibu hamil yang memiliki riwayat preeklampsia pada kehamilan yang sebelumnya atau di keluarga, ibu yang mengalami obesitas, riwayat kehamilan kembar atau lebih, riawayat darah tinggi, riwayat gangguan ginjal, dan ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun. 

Terkait dengan pertanyaan Anda ini, kehamilan Anda yang sebelumnya termasuk kehamilan dengan preeklampsia. Jadi, jika Anda hamil lagi, ada kemungkinan di kehamilan berikutnya Anda terkena preeklampsia kembali. Untuk itu, harus dilakukan pencegahan sedini mungkin dan rutin kontrol dengan dokter kandungan Anda. Dokter akan memberikan arahan agar tidak terjadi preeklampsia kembali di kehamilan Anda yang berikutnya. Kondisi ini tidak berbahaya jika dapat diatasi dengan tepat dan cepat.

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jumlah hormon estrogen dalam tubuh cuma bisa diketahui lewat pemeriksaan medis

Hormon Estrogen dan Beragam Fungsinya Bagi Tubuh

Estrogen adalah hormon penting dalam fungsi tubuh pria maupun wanita, terutama dalam sistem reproduksi. Selain itu, hormon ini pun berperan untuk kesehatan tulang dan jantung.