Kehamilan Ektopik

DR Info Penanya: DR, Wanita, 2019 Tahun
Dok saya mau bertanya tentang kehamilan diluar rahim/ektopik
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, DR

Saya akan coba menjabarkan tentang kehamilan ektopik / diluar kandungan. Agar terjadi kehamilan, indung telur harus melepaskan sel telur ke tuba falopii, di mana ia tinggal selama sekitar 24 jam. Pembuahan oleh sperma terjadi di saluran tuba falopii . Telur yang telah dibuahi tinggal di tuba fallopi selama 3 atau 4 hari sebelum menuju ke rahim. Setelah tiba di rahim akan menempel ke lapisan dinding dan terus membesar sampai dengan waktu bayi lahir.

Tetapi jika telur yang telah dibuahi tertanam di tuba falopi atau di tempat lain di perut. Maka akan terjadi kehamilan ektopik (diluar rahim). Tentu saja kehamilan tidak dapat berlanjut dengan normal dan kondisi ini membutuhkan perawatan segera. 

Gejala 

Pada sebagian kasus, kehamilan ektopik terjadi dalam beberapa minggu pertama kehamilan. Kemungkinan penderitanya tidak mengetahi kalau dirinya hamil dan tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. 

Gejala pertama biasanya perdarahan ringan dari vagina disertai nyeri panggul, gejala lainnya : 

- mual muntah dan nyeri perut

- perut kram

- nyeri di satu sisi tubuh

- pusing atau lemah

- nyeri bahu, leher atau dubur

  Kehamilan ektopik dapat mengakibat rupturnya tuba falopii. Jika itu terjadi, akan terasa sakit hebat dengan/tanpa perdarahan. Perdarahan bisa terjadi secara internal dan tidak keluar vagina. Segera ke dokter bila ada perdarahan hebat pada vagina, nyeri kepala, pingsan atau nyeri bahu. Nyeri perut hebat pada satu sisi juga tanda kehamilan ektopik. Penyebab Kehamilan Ektopik Salah satu penyebabnya bisa berupa tuba fallopi yang rusak. Sehingga telur yang telah dibuahi tidak bisa masuk rahim dan akhirnya tertanam di tuba fallopi atau di tempat lain. Faktor resiko terjadinya kehamilan ektopik :
  • Pelvic Inflammatory Disease (PID)
  • Penyakit menular seksual
  • Bekas luka dari operasi panggul sebelumnya
  • Riwayat kehamilan ektopik
  • Prosedur pengikatan tuba yang gagal atau pembalikan ligasi tuba 
  • Penggunaan obat kesuburan
  • Program bayi tabung 
  • Hamil dengan IUD (spiral) masih terpasang

Tatalaksananya

Karena sel telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim, kantung kehamilan harus diangkat untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Dua metode digunakan untuk menanganinya yaitu obat-obatan dan operasi. 

Obat. Jika tuba falopi belum pecah dan kehamilan belum berkembang terlalu jauh, dokter dapat memberi suntikan untuk menghentikan janin tumbuh, dan tubuh pada akhirnya akan menyerapnya. Sebagian besar kehamilan ektopik dapat diobati jika mereka diketahui lebih awal.

Operasi. Dalam kasus lain, operasi diperlukan. Yang paling umum adalah dengan menggunakan teknik laparaskopi. Dokter akan membuat sayatan yang sangat kecil di perut bagian bawah dan memasukkan alat yang kecil dan fleksibel (laparoskop) untuk menghilangkan kehamilan ektopik. Jika tuba falopi sudah rusak, dokter mungkin harus melepasnya juga. Jika terjadi pendarahan hebat atau dokter mencurigai tuba falopi sudah pecah, selanjutnya mungkin memerlukan pembedahan darurat dengan sayatan yang lebih besar atau disebut laparotomi.

Fase Pemulihan Setelah Kehamilan Ektopik 

Ada kemungkinan baik, nantinya dapat kembali hamil dengan normal, walaupun kemungkinannya lebih sulit. Sebaiknya diskusi langsung dengan Dokter Spesialis Kandungan terutama jika tuba fallopi diangkat saat operasi. 

Dan bicarakan juga dengan dokter tentang berapa lama menunggu sebelum mencoba hamil kembali. Beberapa dokter menyarankan setidaknya 3 hingga 6 bulan. Jika sudah memiliki riwayat kehamilan ektopik, kemungkinan untuk kembali berulang lebih tinggi. 

 

Semoga penjelasan saya bermanfaat.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu mitos kehamilan yang tidak dapat dipercaya adalah makan nanas dapat mengakibatkan keguguran

Bumil Jangan Percaya dengan 5 Mitos Kehamilan yang Tidak Terbukti Ini

Ada banyak mitos kehamilan yang tidak seharusnya dipercaya dan justru bagus jika dilakukan dengan benar, seperti mengonsumsi nanas secukupnya dan melakukan hubungan seksual saat hamil.