Telat haid, apakah tanda hamil atau tanda infeksi pada vagina?

AM Info Penanya: AM, Wanita, 19 Tahun
dok pada bulan januari saya petting dengan tangan bersama pasangan. 2 minggu setelahnya saya mengalami geli pada vagina dan sering kencing. setelah testpack 2 kali saya negatif. saya memeriksakan ke dokter ternyata infeksi akibat jamur. saat pengobatan selama 2 bulan haid lebih sedikit dan seperti bercak. namun pada awal april setelah sembuh haid saya normal kembali. namun saya belum haid hingga saat ini. saya khawatir karena ciri ciri kehamilan yang mirip dengan infeksi akibat jamur tersebut
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, A.

Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

Haid merupakan proses keluarnya darah dari vagina yang dialami oleh setiap wanita. Siklus haid normalnya adalah setiap 28 hari atau 21-35 hari. 

Pada umumnya, hampir setiap wanita pernah mengalami telat haid. Penyebabnya bermacam-macam. Biasanya dipengaruhi oleh faktor stres, berat badan tidak ideal, pola makan yang buruk, kelelahan fisik, penggunaan KB (bagi para ibu), dan juga kehamilan. Tetapi, telat haid sangat identik dengan tanda-tanda kehamilan.

Tanda-tanda kehamilan sangat berbeda dengan tanda infeksi pada vagina. Jika pada infeksi vagina akan terdapat rasa gatal, nyeri, dan keputihan yang abnormal (berwarna kuning/kehijauan, berbau tajam, tekstur menggumpal dan kadang ada sedikit darah) di vagina, maka pada kehamilan tidak ada rasa nyeri dan gatal pada vagina. Jika pun ada keputihan, keputihan pada kehamilan masih merupakan keputihan yang normal (berwarna bening atau putih, encer atau sedikit menggumpal, tidak berbau). 

Terkait dengan kondisi Anda ini, penyebab Anda mengalami telat haid adalah bukan karena kehamilan. Alasannya adalah karena Anda tidak ada melakukan hubungan seksual sebelumnya. Sehingga tidak mungkin dapat terjadi kehamilan. Kemungkinan penyebab Anda telat haid adalah karena salah satu faktor yang sudah dijelaskan diatas. 

Walaupun begitu, kondisi ini tidak berbahaya. Masih merupakan hal yang wajar. Tetapi, Anda harus tetap melakukan pola hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi, berolahraga, melakukan yoga, menghindari stres, dan menghindari aktivitas fisik yang berat agar siklus menstruasi Anda kembali teratur. Lalu, jangan melakukan tindakan-tindakan yang beresiko kehamilan jika Anda belum siap untuk hamil. 

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anda bisa mengantisipasi diabetes tipe-2 saat hamil, dengan rutin memantau gula darah.

Waspadai Risiko Diabetes Tipe-2 Selama Kehamilan

Diabetes gestasional membuat Anda dan anak berisiko terkena diabetes tipe-2. Mengapa demikian?