Kebiasaan tiba-tiba marah dan mengancam menyebar aib, apakah termasuk kelainan psikis?

QA Info Penanya: QA, Wanita, 2019 Tahun
Dokter, saya ingin bertanya, apakah kebiasaan tiba-tiba suka marah-marah tidak jelas dan meledak-ledak amarahnya, bahkan sampai mengancam akan menyebar aib (berupa foto pribadi) juga dikatakan sebagai kelainan psikis? Terima kasih sebelumnya ??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, QAT

Terima kasih atas pertanyaannya.

Kebiasaan yang anda gambarkan termasuk kelainan psikiatri yaitu borderline personality. Gangguan kepribadian ambang ditandai dengan ketidakstabilan akan refleksi diri, hubungan dengan orang lain dan emosi pribadinya. Sehingga persepsi akan diri sendiri dan orang lain tidak menentu. Sulit diterima di masyarakat karena cara pikir, perasaan dan koneksi dengan orang lain dengan cara berbeda dari kebanyakan orang.

Gejalanya antara lain :

  • paranoid yang terkait stres
  • perasaan kosong yang berulang
  • perubahan identitas dan gambaran diri
  • tidak stabil dalam hubungan dengan orang lain, kadang mengidolakan dan di waktu lain merasa tidak peduli
  • perilaku impulsif dan beresiko
  • ketakutan ditinggalkan secara berlebihan
  • sering hilang kesabaran, kemarahan yang intens dan berulang
  • suasana hati yang berubah-ubah selama beberapa jam atau hari dari senang, kesal, malu dan cemas

Penyebabnya bisa akibat ada kelainan pada otak, keturunan atau pengaruh lingkungan. Untuk memastikan diagnosanya lebih baik konsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiater. Agar mendapat tatalaksana yang sesuai. Sebagai informasi tambahan anda dapat membaca artikel 10 Jenis Gangguan Kepribadian yang Perlu Diketahui Secara Umum.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Sering dijadikan lagu dari musisi mancanegara, apa itu stockholm syndrome?

Gangguan Mental Ini Sering Dijadikan Lagu, Apa Itu Stockholm Syndrome?

Seharusnya, para korban penyanderaan mengharapkan untuk bisa bebas dari penyanderanya. Namun, Stockholm syndrome membuat mereka “berpaling” dan malah bersimpati terhadap sang penyandera. Apa itu Stockholm syndrome?