21 Dec 2020, 15:46Psikologi

Dampak buruk perceraian terhadap anak

RF
Info Penanya: RF, Pria0
Halo dok,saya ridho umur saya 14 tahun dan saat ini saya berada dikelas 2 smp Apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan rasa depresi terhadap perceraian orang tua,saya juga sering dijadikan bahan pembullyan di sekolah,dan saya sering berpikir ingin mengakhiri hidup,saya pernah mau bunuh diri dengan pisau,karena saya lelah hidup seperti ini terus terusan.
177 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya Hapsari
(0)
Hallo RF,Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.Perceraian dapat terjadi di setiap pasangan, baik karena masalah belum memiliki anak, ketidak harmonisan rumah tangga, munculnya orang ketiga, masalah ekonomi, atau tidak adanya restu dari orang tua saat menikah. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap psikologi anak, namun banyak orang tua tdak memikirkan itu dan tetap mempertahankan keegoisan mereka. Setiap masalah dalam kehidupan rumah tangga, bisa diselesailkan dengan cara yang baik, tanpa adanya perceraian.

Dampak buruk perceraian terhadap anak

Dampak buruk perceraian terhadap anak antara lain :
  • Anak dapat menjadi depresi yang ditandai dengan rasa sedih, merasa tidak berguna, malu, kehilangan minat, tidak mau berkumpul dan bertemu orang lain selama lebih dari 2 minggu. Keluhan ini juga dapat diikuti dengan keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan percobaan bunuh diri yang berulang kali, baik karena malu terhadap perceraian orang tua bahkan masalah perudungan oleh teman-teman sekolah.
  • Anak akan merasa jika perceraian orang tua diakibatkan oleh drinya sehingga anak selalu merasa bersalah dan tertekan.
  • Anak akan menjadi trauma untuk memiliki pasangan karena takut berpisah seperti orangtuanya.
  • Anak menjadi lebih agresif, nakal, tidak peduli dengan orang lain.
  • Anak dengan orang tua yang bercerai akan merasa kesepian dan merasa hidup sendiri tidak ada orang yang peduli terhadap dirinya.
  • Anak korban perceraian cenderung memiliki nilai pelajaran yang rendah karena merasa tidak semangat untuk ke sekolah.
Keluhan yang Anda alami merupakan gejala dari depresi yang harus segera ke dokter spesialis kejiwaan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Perasaan ini tidak boleh diikuti berlaru-larut karena akan membahayakan diri Anda. Anda dapat mengajak keluarga yang dipercaya untuk menemani Anda berkonsultasi ke dokter jiwa. Terus berpikir positif, jangan pernah berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Berkumpul bersama orang-orang dan teman yang mendukung Anda. Lupakan cibiran teman tentang perceraian orang tua Anda. Selalu lakukan yang terbaik dan bermanfaat untuk orang lain, agar hidup Anda menjadi lebih bersemangat dan bahagia. Perceraian bukan sesuatu yang dapat membuat hidup Anda hancur, Anda harus bangkit dan berlari mengejar impian Anda. Tetap semangat dan semoga bermannfaat.Salam sehat.dr. Lidya Hapsari.
mengatasi depresibunuh diripost traumatic stress disorder (PTSD)
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil