Kapan seseorang dianggap mengalami depresi?

AC Info Penanya: AC, Pria, 19 Tahun
Dokter, saya ingin bertanya. Melihat beberapa hal yang saya alami dan saya baca melalui artikel dan video mengenai depresi, saya merasa sepertinya saya mengalami depresi. Namun saya masih tidak tahu tingkat depresi saya dan saya masih belum mencoba untuk konsultasi langsung dengan dokter. Saya seorang mahasiswa. Selama beberapa bulan setelah saya cuti kuliah selama 6bulan karena masalah ekonomi keluarga, saya jadi merasa lebih malas dalam menjalani perkuliahan saya dan saya jadi malas melakukan rutinitas saya seperti bersih-bersih kecuali jika sedang bersama orang lain saya rajin. Dan saya menjadi emosional dalam artian gampang sedih dan menangis. Saya juga merasa seperti sering membutuhkan teman untuk menemani saya beraktivitas untuk menghilangkan rasa penat atau sedih yang menghampiri yang membuat saya jarang tinggal di kos. Saya pernah beberapa kali berusaha untuk memperbaiki diri saya karena pada awalnya saya mengira hanya dari diri saya saja yang malas sedangkan untuk rasa sedih atau sepi yang saya rasakan itu awalnya saya rasa hanya moody saja. Namun usaha saya sering juga gagal. Saya awalnya juga merasa rasa malas ini karena sudah tidak terbiasa dengan kehidupan kuliah semenjak menjalani cuti. Namun setelah mengamati dan membaca, saya jadi merasa bahwa saya sedang mengalami depresi. Apakah itu benar, Dok? Jika iya, apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan depresi dan memperbaiki kembali rutinitas saya dan mendapatkan kembali kepercayaan diri dan semangat, Dok? Terimakasih sebelumnya, Dok.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, A.

Setiap manusia pernah mengalami hari-hari ketika merasa sedih, kesepian, dan berada dalam mood yang jelek dari waktu ke waktu. Hal ini tidak akan berlangsung lama jika keadaanya normal, dan akan ceria lagi pada lain kesempatan. Ketika seseorang tampak sedih tidak bisa kita artikan sebagai gejala depresi, namun jika kesedihan dan perasaan negatif tersebut menetap atau jika timbul perilaku yang mengganggu aktivitas sosial, minatnya, sekolah dan kehidupannya di dalam keluarga, maka mungkin saja hal itu mengindikasikan gangguan depresif.

Penyebab Depresi :
1. Faktor biologis
2. Faktor psikososial
3. Faktor genetik

Gejala depresi :
Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat)
-Afek defresif (sedih, murung)
-Kehilangan minat dan kegembiraan
-Mudah lelah
Gejala lainnya
-Konsentrasi dan perhatian berkurang
-Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
-Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
-Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik
-Gangguan tidur
-Napsu makan berkurang

Terkait dengan keluhan anda, sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater (dokter spesialis kejiwaan), dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti tanya jawab lebih detail tentang keluhan anda, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, mengisi quesioner, agar dapat dipastikan depresi atau tidak, sehingga dapat ditangani secara tepat dan cepat. Melakukan konsultasi dengan psikiater bisa di anggap juga sebagai psikoterapi dimana anda bisa "curhat". Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kepercayaan diri dan semangat anda bisa kembali. 

Selengkapnya tentang depresi, anda bisa simak pada artikel berikut.

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Skizofrenia paranoid membuat penderitanya kesulitan untuk memilah antara yang nyata dan tidak nyata

Penyakit Skizofrenia: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku. Skizofrenia paranoid membuat penderitanya kesulitan untuk memilah antara yang nyata dan tidak nyata, delusi, hingga halusinasi.