Kapan dilakukan tindakan operasi jantung koroner ?

UA Info Penanya: UA, Pria, 19 Tahun
Mau tanya dok......Pada waktu kapan kah operasi jantung koroner dilakukan..Apakah waktu terjadi sakit atau sebelum terjadinya sakit pada jantung
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, UA.

Tindakan untuk memperlancar sumbatan arteri coronaria pada pasien penyakit jantung koroner, dapat dilakukan dengan cara CAG (coronary angiography), PCI (percutaneus coronary intervention) dan CABG (coronary artery bypass grafting). Setiap tindakan tersebut mempunyai indikasi dan kontraindikasi yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan suatu tindakan.

Indikasi CAG, yaitu :

1. angina pektoris atau infark lama 
2. perioperatif diagnostik pada operasi non kardiak
3. iskemik stress test menunjukkan hasil positif
4. diagnostik sebelum operasi kardiak

Indikasi PCI, yaitu :

1. STEMI akut onset < 12 jam (disebut PCI primer)
2. Non STEMI akut highrisk (disebut early PCI)
3. Penyakit jantung koroner (stenosis arteri koroner bermakna)

Indikasi CABG menurut American Heart Association (AHA), yaitu :
1. Stenosis Left Mean Coronary Artery yang signifikan
2. Angina yang tidak dapat di kontrol dengan terapi medis
3. Angina yang tidak stabil
4. Iskemik yang mengancam dan tidak respon terhadap terapi non bedah yang maksimal
5. Gagal pompa ventrikel yang progresif dengan stenosis koroner yang mengancam daerah miokardium
6. Sumbatan yang tidak dapat ditangani dengan PTCA dan trombolitik
7. Sumbatan/stenosis LAD dan LCx pada bagian proksimal > 70 %
8. Satu atau dua vessel disease tanpa stenosis LAD proksimal yang signifikan
9. Pasien dengan komplikasi kegagalan PTCA
10. Pasien dengan sumbatan 3 pembuluh darah arteri (three vessel disease) dengan angina stabil atau tidak stabil dan pada pasien dengan 2 sumbatan pembuluh darah dengan angina stabil atau tidak stabil dan pada pasien dengan 2 sumbatan pembuluh darah dengan angina stabil atau tidak stabil dan lesi proksimal LAD yang berat
11. Pasien dengan stenosis (penyempitan lumen > 70%) pada 3 arteri yaitu arteri koronaria komunis sinistra, bagian proksimal dari arteri desenden anterior sinistra.

Terkait pertanyaan anda, ketiga tindakan tersebut dilakukan saat sudah terjadi sumbatan pada pembuluh darah jantung.

 

Semoga bermanfaat 

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Faktor risiko serangan jantung adalah obesitas, kebiasaan merekokok, penyalahgunaan alkohol, dan kolesterol

Gejala Serangan Jantung pada Pria yang Perlu Diwaspadai

Serangan jantung adalah salah satu penyakit dengan risiko kematian tinggi yang dihadapi pria. Gejala serangan jantung pada pria meliputi: munculnya aritmia jantung, rasa sakit yang sult dijelaskan di leher dan rahang, hingga gejala kecil seperti sesak napas, berkeringat, mual, dan sakit kepala.