Melakukan hubungan seksual saat masa nifas, apakah bisa hamil?

EI Info Penanya: EI
Maaf dok izin tanya, saya belum selesai masa nifas tapi sudah berhubungan intim, apa beresiko hamil?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, E

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Masa nifas terjadi pada ibu setelah melairkan selama 4 - 6 minggu. Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha membersihkan sisa perdarahan dan juga lapisan raim setelah melahirkan. Umumnya perdarahan pada masa nifas ini berwarna merah terang hingga kecoklatan. Mulai dari darah cair kekentalan, gumpalan dan juga berupa flek (bercak). Ketika terjadi masa nifas, rahim sedang mengalami proses penyembuhan. Untuk itu sebaiknya tidak dilakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan beberapa kondisi medis terkait dengan organ reproduksi wanita.

Adapun beberapa kondisi medis yang dapat terjadi diantaranya adalah:

Terkait dengan pertanyaan Anda, apabila masih dalam masa nifas maka rahim belum dalam kondisi siap untuk hamil kembali. Disamping itu, keadaan hormonal ibu pasca melahirkan pun mengalami sedikit perubahan. Oleh sebab itu, kecil kemungkinan bisa terjadi kehamilan. Namun alangkah baiknya bila Anda tidak melakukan hubungan skesual ketika masih dalam masa nifas.

Adapun beberapa kondisi yang peru dilakukan pemeriksaan selama masa nifas adalah:

  • Munculnya demam tinggi
  • Nyeri pada area perut bawah
  • Keluar darah nifas yang berlebihan 
  • Pusing dan atau sakit kepala hebat
  • Darah yang keluar berbau tidak enak

Bila keluhan tersebut dirasakan oleh Anda, segeralah periksakan ke dokter spesialis kandungan terdekat untuk dilakukan evaluasi. Tetaplah menjaga kebersihan area kewanitaan, gantilah pembalut setiap 3-4 jam sekali, dan konsumsilah makanan sehat bergizi.

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,

 

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Baby oil tidak tepat digunakan untuk pelumas saat bercinta

Menggunakan Baby Oil untuk Pelumas Saat Bercinta, Amankah?

Menggunakan baby oil untuk pelumas saat bercinta adalah ide buruk. Idealnya, pelumas untuk berhubungan seksual menggunakan cairan water-based sementara baby oil tidak. Baby oil memang aman digunakan pada kulit, bahkan ampuh mengatasi keluhan seperti ruam pada bayi. Namun bukan berarti baby oil aman dioleskan pada vagina atau anus.