Keguguran tetapi di tes kehamilan masih positif, apakah penyebabnya?

SU Info Penanya: SU, Wanita, 23 Tahun
Hallo dok. Saya meminum obat peluntur kandungan, karena tuntutan keluarga, setelah meminum obat peluntur untuk yang pertama itu keluar gumpalan darah, tapi masih mual dan susah makan payudara juga masih sakit. Saya minum obat yang ke dua kalinya, darah segar keluar tanpa ada gumpalan tapi mual-mual sudah hilang, dan nafsu makan sudah kembali tapi payudara masih sakit. Lalu saya TP pun hasilnya masih positif. Apakah saya masih hamil dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang S

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Abortus adalah kondisi di mana terjadi kematian janin dengan usia kurang dari 20 minggu atau dengan berat kurang dari sama dengan 500 gram. Abortus dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari gejala yang muncul.

Adapun beberapa jenis abortus tersebut adalah:

Terkait dengan pertanyaan Anda, pada saat melakukan tes kehamilan yang dideteksi adalah hormon HCG( human chorionic gonaotropin). Hormon ini sering disebut dengan istilah hormon kehamilan. Pada kasus keguguran, kadar hormon HCG ini tidak langsung turun, biasanya membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 bulan.

Alangkah baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan terkait kondisi Anda saat ini. Selain itu dokter juga bisa melakukan pemeriksaan USG serta dapat melakukan tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk kesehatan Anda. 

Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi, perbanyak sayur dan buah-buahan, hindari stres dan kelelahan, cukupilah kebutuhan cairan harian Anda agar terhindar dari dehidrasi, jagalah kebersihan diri serta lingkungan.

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,

 

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ginekomastia atau tumbuhnya payudara pada pria merupakan pertanda adanya ketidakseimbangan hormon

Ginekomastia, Salah Satu Sinyal Masalah Kesuburan Pria

Ginekomastia adalah salah satu gejala kesuburan pria. Hal ini terjadi saat hormon estrogen dan testosteron tidak seimbang.