Jenis susu apa yang di berikan pada bayi dengan alergi susu sapi ?

MP Info Penanya: MP
anak saya alergi protein susu sapi dan usia anak saya baru 1 bulan kira kira susu apa yang harus di berikan
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, MP.

Menurut ikatan dokter anak indonesia (IDAI), prinsip utama terapi untuk alergi susu sapi adalah menghindari (complete avoidance) segala bentuk produk susu sapi tetapi harus memberikan nutrisi yang seimbang dan sesuai untuk tumbuh kembang bayi/anak.

Bayi dengan ASI eksklusif yang alergi susu sapi, ibu dapat melanjutkan pemberian ASI dengan menghindari protein susu sapi dan produk turunannya pada makanan sehari-hari. ASI tetap merupakan pilihan terbaik pada bayi dengan alergi susu sapi. Suplementasi kalsium perlu dipertimbangkan pada ibu menyusui yang membatasi protein susu sapi dan produk turunannya.

Pilihan utama susu formula pada bayi dengan alergi susu sapi adalah susu hipoalergenik. Susu hipoalergenik adalah susu yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada 90% bayi/anak. Susu yang memenuhi kriteria tersebut ialah susu terhidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino. Sedangkan susu terhidrolisat parsial tidak termasuk dalam kelompok ini dan bukan merupakan pilihan untuk terapi
alergi susu sapi.

Formula susu terhidrolisat ekstensif merupakan susu yang dianjurkan pada alergi susu sapi dengan gejala klinis ringan atau sedang. Apabila anak dengan alergi susu sapi dengan gejala klinis ringan atau sedang tidak mengalami perbaikan dengan susu terhidrolisat ekstensif, maka dapat diganti menjadi formula asam amino. Pada anak dengan alergi susu sapi dengan gejala klinis berat dianjurkan untuk
mengonsumsi susu formula asam amino.

Apabila susu formula terhidrolisat ekstensif tidak tersedia atau terdapat kendala biaya, maka sebagai alternatif bayi dapat diberikan susu formula yang mengandung isolat protein kedelai dengan kemungkinan adanya reaksi silang alergi terhadap protein kedelai pada bayi. Secara keseluruhan angka
kejadian alergi protein kedelai pada bayi berkisar 10-20% dengan proporsi 25% pada bayi dibawah 6 bulan dan 5% pada bayi diatas 6 bulan. Mengenai efek samping, dari beberapa kajian ilmiah terkini menyatakan bahwa tidak terdapat bukti yang kuat bahwa susu formula dengan isolate protein kedelai memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme tulang, sistem reproduksi, sistem imun, maupun fungsi neurologi pada anak.

Susu mamalia lain selain sapi bukan merupakan alternatif karena berisiko terjadinya reaksi silang. Selain itu, susu kambing, susu domba dan sebagainya tidak boleh diberikan pada bayi di bawah
usia 1 tahun kecuali telah dibuat menjadi susu formula bayi. Saat ini belum tersedia susu formula berbahan dasar susu mamalia selain sapi di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, dokter akan memberikan rekomendasi jenis susu formula tertentu yang beredar di pasaran yang tepat buat bayi anda.

 

Semoga bermanfaat 

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anemia pada bayi baru lahir dapat menyebabkan berbagai masalah

Penyakit Anemia Sel Sabit Ternyata Dapat Diturunkan pada Bayi

Beberapa penyakit dapat diturunkan oleh orangtua pada bayinya, termasuk anemia sel sabit. Anemia sel sabit membuat sel darah merah yang harusnya berbentuk bulat menjadi seperti sabit. Anemia pada bayi dapat menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah pembengkakan di kaki dan tangan.