Demam, sakit perut, pusing apa penyebabnya?

E Info Penanya: E, Wanita
Dok..kira2 istri saya kenapa mengeluh sakit perut,pusing dan demam..sya khawatir mohon bantu kira2 istri saya sakit apa dok..trimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi E,

Demam adalah gejala yang bisa terjadi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajar celcius. Demam sendiri merupakan tanda tubuh sedang melakukan perlawanan salah satunya apabila sedang terjadi infeksi. Selain karena infeksi, demam juga bisa terjadi ketika ada proses peradangan pada tubuh seperti radang sendi, kekurangan cairan, paparan matahari lama dan lainnya.

Gejala demam bisa disertai gejala lain sesuai dengan lokasi penyebabnya seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan dan lainnya. Apabila mengalami sakit perut, kemungkinan demam bisa terjadi karena infeksi di saluran pencernaan. Bisa juga disertai mual, muntah, diare, kram perut, ataupun sakit kepala dan pusing.

Untuk meredakan gejalanya bisa dilakukan beberapa cara seperti:

  • Perbanyak minum air putih
  • Menjaga asupan makanan
  • Menjaga pola makan
  • Minum obat penurun panas seperti parasetamol dan bisa minum obat antasida jika ada keluhan maag seperti nyeri perut ataupun nyeri ulu hati

Apabila demam terjadi lebih dari 3 hari dan disertai gejala lain, segera periksakan istri Anda pada dokter untuk dipastikan apa yang jadi penyebabnya. Nantinya bisa dilakukan pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan laboratorium darah untuk mengetahui apakah ada infeksi yang menyebabkan gejala tersebut. Apabila disebabkan oleh infeksi bakteri nantinya akan diperlukan pengobatan lebih lanjut, salah satunya dengan pemberian antibiotik yang tepat. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penelitian imunitas pasien yang sembuh dari Covid-19 terus diupayakan

Apa Benar Saat Sembuh dari Corona, Tubuh Menjadi Kebal Covid-19?

Studi terbaru menunjukkan bahwa imunitas terhadap virus corona meningkat setelah penderita sembuh. Tapi benarkah pasti demikian?