Ibuprofen atau paracetamol, mana yang bisa redakan demam corona?

FF Info Penanya: FF, Wanita, 29 Tahun
Hi dok, saya sempat dapat informasi di jejaring sosial, katanya paracetamol dan ibuprofen bisa redakan corona ya?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Malam, FF.

 

Ibuprofen adalah obat yang berfungsi sebagai penurun demam dan pereda nyeri. Cara kerja ibuprofen yaitu menghalangi tubuh untuk memproduksi prostaglandin, dimana prostaglandin ini adalah suatu zat yang dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit di dalam tubuh. Sediaannya 400mg dalam bentuk tablet, kemudian sirup untuk anak-anak, dan suntikan.

Paracetamol adalah obat yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, obat ini juga bekerja dengan cara menghambat zat prostaglandin. Dengan dihambatnya prostaglandin tersebut makan nyeri dan demam akan dapat diatasi. Dosis paracetamol 500mg dan 600mg dalam bentuk tablet, ada juga dalam bentuk sirup, drop, suppositoria, dan infus.

Walaupun keduanya memiliki fungsi dan cara kerja yang sama, namun ibuprofen tidak disarankan sebagai obat yang harus dikonsumsi ketika mengalami infeksi virus corona oleh karena akan memperburuk kondisi pasien dengan penyakit menular yang sedang terinfeksi.

Menurut beberapa penelitian dan WHO, mereka lebih merekomendasikan paracetamol sebagai obat pilihan untuk menurunkan demam pada kasus demam akibat infeksi virus corona. Namun tidak menutup kemungkinan dokter akan memberikan ibuprofen bagi pasiennya jika diketahui pasiennya alergi dengan paracetamol.

Semoga bermanfaat, terima kasih atas pertanyaan Anda di forum SehatQ.

Salam Sehat, 

 

dr. Sri Wulantini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh UH
13 Apr 2020, 22:44
Hy juga mbak . . Banyak sekali yang untuk penaganganan cobid 19 namun yang d butuhkan tubuh dalam hal itu , yaitu menjaga kekebalan tubuh dan imun tubuh . . Dan sudah d temukan mbak yaitu NO yang terkenal sekarang netwrok produk yang ada d herbalife Wa.081911154699
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Rumah sakit penuh, protokol isolasi diri perlu dilakukan

Rumah Sakit Makin Penuh, Kemenkes Keluarkan Protokol Isolasi Diri di Rumah

Isolasi adalah karantina di rumah atau kamar tanpa keluar sama sekali atau minimal tidak berkontak dengan orang lain selama minimal 14 hari. Protokol isolasi diri perlu dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas rumah sakit dalam menampung semua pasien yang terinfeksi virus corona.