Apakah perbedaan IgM dan IgG?

DJ Info Penanya: DJ, Pria, 21 Tahun
Sore dok,sekira'y btuh waktu brpa lma dr proses reaktif igm ke igg dan smpe non reaktif,,,,trima ksih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, D

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Di dalam sistem imun tubuh terdapat sebuah substansi kimia yang disebut antibodi, yang mempunyai fungsi penting untuk melawan virus, bakteri atau zat beracun lain penyebab penyakit. Antibodi ini dapat bekerja secara spesifik dengan menempel pada virus, bakteri atau benda asing lain.

Dua contoh antibodi yang cukup dikenal masyarakat adalah:

  • IgM 
    Merupakan antibodi yang terbentuk saat awal mula terpapar oleh virus / bakteri / benda asing yang menyebabkan infeksi. 
  • IgG
    Merupakan antibodi yang terbentuk dari masa lampau, saat tubuh sudah pernah terpapar atau terinfeksi oleh virus / bakteri / benda asing pada masa lalu. Kondisi ini dapat diartikan juga sebagai kekebalan tubuh pada jangka lama (panjang)

Terkait dengan pertanyaan Anda, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing penyebab infeksi (virus / bakteri / benda asing) memiliki waktu yang berbeda-beda. Sebagai contoh, pada virus covid19 IgM dapat bertahan hingga 21 - 28 hari setelah terinfeksi dan pada IgG muncul sekitar 7-8 hari terinfeksi dan bertahan lebih dari 28 hari di dalam darah. 

Selain untuk virus covid19, beberapa penyakit lain seperti TORCH, hepatitis B, dengue juga bisa dilakukan pemeriksaan antibodi dengan reagen khusus. 

Lakukanlah perimeriksaan ke dokter terdekat jika terdapat keluhan dengan kesehatan Anda. Pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, dan rutin melakukan olahraga ringan agar imun tubuh selalu terjaga.

Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,

 

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Virus Ebola kembali marak di Kongo, tapi kecil kemungkinannya untuk menyebar hingga Indonesia

Ebola Kembali Merebak di Afrika, Indonesia Tidak Terancam

Virus Ebola pertama kali ditemukan di Benua Afrika tahun 1976. Saat seseorang tertular virus ini, tanda dan gejalanya tidak akan langsung muncul, dan virus belum bisa ditularkan antar manusia. Virus baru bisa menular saat gejala sudah mulai muncul. Meskipun demikian, risiko menyebarkan Ebola ke Indonesia bukan sama sekali tidak ada.