Hidung berair sehabis menguap dan mencium aroma makanan

P Info Penanya: P, Wanita, 23 Tahun
Dok, saya mau nanya kenapa setiap saya menguap pasti mata berkaca-kaca dan terus hidung berair dan jadinya pilek. Apalagi kalau saya mencium aroma makanan yang wangi sekalipun bisa bikin bersin-bersin dan pilek. Itu gejala apa ya dok, gimana penyembuhannya?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, S.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Hidung berair merupakan keadaan yang seringkali diidentikkan dengan gejala flu atau pilek. Namun beberapa orang mengalami keadaan hidung berair ini tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung dalam waktu yang lama serta dirasakan terus-menerus. Keadaan tersebut dapat terjadi karena kondisi medis rhinitis non-alergi (vasomotor), dimana pemicu dari keadaan hidung yang berair adalah faktor lingkungan seperti suhu ekstrim, kelembapan udara, paparan asap rokok, polusi udara hingga aroma atau bau yang menyengat. Dan penyebab dari hidung berair lainnya dapat berupa kondisi radang sinus (sinusitis).

Terkait dengan keluhan Anda, keadaan hidung yang berair setiap kali menguap  dapat merupakan hal yang normal terjadi. Hal tersebut terjadi karena pada saat menguap, otot -otot wajah termasuk otot-otot yang ada di sekitar mata akan berkontraksi dan dapat menekan kelenjar air mata, yang apabila jumlah air mata yang diproduksi sedikit dapat dikeluarkan hanya dimata saja lalu menimbulkan keadaan mata yang berkaca-kaca. Tetapi apabila air mata yang dihasilkan banyak karena Anda menguap terus menerus, maka dapat dialirkan ke saluran kelenjar mata yang berhubungan dengan rongga hidung (duktus nasolakrimalis), sehingga hidung menjadi berair. 

Dan untuk keluhan hidung berair dan bersin karena aroma makanan, pada dasarnya hal ini pun pada kadar yang tidak terlalu sering atau pada makanan yang memang berbau menyengat seperti bawang, masih merupakan hal yang wajar karena pada bawang terdapat kandungan tertentu yang ketika pecah dapat memproduksi gas bernama propanethial sulfoxide yang dapat mengenai mata dan memicu otak untuk memberikan sinyal pada kelenjar air mata untuk menghasilkan cairan guna menghilangkan gas tersebut dan seperti pada penjelasan sebelumnya, jika cairan tersebut banyak dihasilkan maka akan dialirkan juga ke rongga hidung. Kemungkinan penyebab lainnya, apabila gejala yang Anda alami kerap kali terjadi walaupun jenis makanannya tidak berbau menyengat dapat merupakan gejala dari rhinitis non-alergi seperti yang telah dibahas diatas, adanya riwayat alergi tertentu yang tidak disadari sebelumnya ataupun kondisi sinusitis.  

Untuk lebih memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter Spesialis THT

Apabila yang Anda alami merupakan sinusitis atau peradangan yang terjadi di rongga hidung dan rongga-rongga di sekitar hidung. Pengobatannya dapat berupa semprotan hidung yang berisi cairan saline dan yang berisi anti radang, anti radang oral, antibiotik untuk keadaan yang progresif hingga metode imunoterapi. Namun apabila metode-metode tersebut dirasakan kurang efektif, dokter mungkin akan menyarankan tidakan operasi. 

Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan penyakit sinusitis :
  • Menghindarkan diri dari infeksi saluran pernapasan 
  • Apabila diketahui memiliki riwayat alergi, pelajarilah cara untuk mengelolanya
  • Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara
  • Menggunakan air humidifier di rumah

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan SehatQ.

Salam sehat,

dr. Rahmita Dewi

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ruam di muka dapat mengindikasikan gejala alergi obat pada anak dan melibatkan sistem kekebalan tubuh anak

Mengenal Gejala Alergi Obat pada Anak dan Bedanya dengan Efek Samping

Alergi obat pada anak adalah suatu reaksi alergi yang muncul dari sistem kekebalan tubuh yang terpapar oleh obat. Gejala alergi obat biasanya seperti ruam, gatal, hingga biduran yang dapat muncul saat pertama atau beberapa kali mengonsumsi obat.