Apa perbedaan rapid test dan PCR COVID-19?

MG Info Penanya: MG, Wanita, 25 Tahun
Selamat malam,Saya telah melakukan rapid test, dirujuk oleh perusahaan karena ada karyawan yang positif.Saya mengingat2 tidak pernah kontak fisik ataupun berbicara dengan karyawan yang positif.Hasil dari rapid adalah non reaktif, tetapi setelah saya baca lebih saksama disarankan untuk swab. Apakah tetap harus swab sesuai yang dianjurkan? Karena saya tidak memiliki gejala apapun sebelumnya.Terima kasih, mohon arahannya ??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi MG,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Dalam masa pandemi virus COVID-19 ini untuk mencegah penularan virus COVID-19 banyak hal yang dilakukan untuk mencegah tertularnya virus seperti selalu menjaga jarak setiap orang, menerapkan physical distancing, dan lain lain. Banyak tes yang juga dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya virus di dalam tubuh.

Bentuk tes yang banyak dilakukan sekarang ini adalah rapid test. Metode ini merupakan salah satu screening yang bisa dilakukan secara cepat. Hasilnya bisa dibaca setelah 30-60 menit tes dilakukan. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah di vena. Untuk ke akuratan rapid test belum bisa 100% dipastikan. Jika hasil test reaktif harus dipastikan dengan metode test PCR.

Test PCR merupakan test yang digunakan untuk menegakkan diagnosis COVID-19. Sampel pemeriksaan test ini diambil dari hidung (nasofaring) dan kemudian hasilnya akan di bawa ke lab untuk pemeriksaan. Berdasarkan keterangan yang Anda berikan, jika hasil rapid test non reaktif, untuk memastikan lebih akurat bisa dengan PCR. Hal tersebut bisa dilakukan untuk memastikan apakah ada virus COVID-19 di dalam tubuh atau tidak.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kumur air garam bisa cegah virus corona adalah mitos

Kumur Air Garam Bisa Cegah Virus Corona, Apakah Benar Terbukti?

Kumur air garam akhir-akhir ini diisukan dapat mencegah virus corona. Berkumur dengan air garam dianggap sebagai cara yang ampuh untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh.