Kenapa haid tidak lancar dan keputihan?

MS Info Penanya: MS
Siang dok,saya m mau nanya,saya sdah 9bln hbis mlhirkan caesar,stlah 2bln mlahirkn saya suntik kb slm 3 bln,tp saya tdk haid2,stlah itu saya lepas kb,tp gk haid jg,saya priksa kebidan,ktanya gk apa2, pngaruh kb dn menyusui,stlah 8 bln saya br haid tp cm 2hr aja dn sdikit aja darah yg kluar,skrg kluar lendir2 putih sprti putih telur lmayan banyak dn gatal2 dskitar vagina,itu knp ya dok,apa brbahaya dn apa solusinya ya dok,terima kasih dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam MS,

Keluhan siklus haid Anda yang tidak teratur memang benar bisa disebabkan karena Anda sedang menyusui, semakin intensif Anda menyusui maka akan semakin memperlama datangnya haid Anda, namun kondisi ini berbeda-beda antara 1 wanita dengan wanita yang lain. Karena tidak haid juga bisa disebabkan oleh faktor stres, kelelahan, perubahan berat badan yang terjadi secara drastis, dll.

Perihal keluarnya lendir bening seperti putih telur merupakan tanda Anda mengalami keputihan. Keputihan ini wajar selama tidak berbau, tidak gatal dan berwarna bening. Bila keputihan tersebut menimbulkan rasa gatal maka tentunya bisa disebabkan oleh infeksi jamur, vaginosis bacterialis, gonore, dll.

Sementara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah :

  1. Perbanyak konsumsi air putih, minimal 2 liter/ hari.
  2. Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat.
  3. Perbanyak makan sayur dan buah.
  4. Olahraga secara rutin.
  5. Jangan stres.
  6. Cukup tidur dan jangan begadang.

Bila keluhan tidak segera membaik, muncul keputihan disertai nyeri ketika kencing, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk penanganan lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih kambuh lagi

Cara Mengobati dan Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah penyakit pada saluran perkemihan yang dapat menyerang kandung kemih, ginjal, dan saluran penghubungnya. Konsumsi obat antibiotik, perawatan di rumah sakit, banyak minum air putih, dan hindari kebiasaan menunda buang air kecil merupakan cara mengobati sekaligus mencegah agar infeksi saluran kemih tidak berujung pada komplikasi.